LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tsamara: Fadli Zon berhak mengagumi Putin, tapi saya wajib ingatkan masyarakat

Menurut Tsamara, dirinya melontarkan kritik bukan berarti kemudian dianggap anti terhadap rakyat Russia yang memiliki peradaban luar biasa.

2018-04-06 13:15:00
Partai Solidaritas Indonesia
Advertisement

Media Rusia RBTH memprotes pernyataan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany perihal Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal ini merupakan buntut dari 'perang' antara Tsamara dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon soal cuitan Indonesia butuh sosok pemimpin Vladimir Putin.

Menjawab kritikan media rusia tersebut, Tsamara mengatakan pernyataannya berkaitan dengan cuitan Fadli Zon. Dia menilai Fadli Zon memiliki hak apabila mengagumi sosok Vladimir Putin. Namun, dia menyebutkan sosok seperti Putin tak layak apabila menjadi pemimpin di Indonesia.

"Tentu saja Fadli Zon berhak untuk mengagumi Putin. Tapi saya juga wajib mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa pemimpin seperti Putin bukanlah pemimpin yang layak bagi Indonesia yang saat ini berkomitmen memperjuangkan demokrasi dan memerangi korupsi," kata Tsamara melalui keterangan tertulis, Jumat (6/4).

Advertisement

Menurut Tsamara, dirinya melontarkan kritik bukan berarti kemudian dianggap anti terhadap rakyat Russia yang memiliki peradaban luar biasa.

"Ini sama saja ketika kita mengkritik Donald Trump dan cara-caranya memenangkan pemilu dengan menggunakan politik identitas, bukan berarti saya membenci rakyat Amerika Serikat," ujarnya.

Tsamara menyebut kualitas Putin yang diktator, otoriter dan membiarkan korupsi terorganisir sudah banyak dikemukakan media dan lembaga-lembaga riset ternama di negara-negara demokratis dunia.

Advertisement

"Saya hanya merujuk pada analisis-analisis tersebut. Misalnya, survei The Economist tahun 2017 masih menempatkan Rusia sebagai negara dengan rezim otoritarian," ujarnya.

Baca juga:
PSI sebut UU No 7 Tahun 2017 tak larang partai baru kampanye Capres
PSI dorong Mahfud MD masuk bursa Cawapres Jokowi
Tanggapi Fadli Zon, PSI sebut 'Negeri ini tak butuh pemimpin seperti Putin'
Fadli siap jawab tantangan PSI jelaskan siapa pimpinan 'planga plongo'
Mereka bela Jokowi dari serangan Fadli Zon soal pemimpin planga plongo

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.