Truk Tronton Seruduk Toko di Samarinda, 2 Penghuni Tertimpa Reruntuhan Bangunan
Truk tronton pengangkut kontainer berisi 23 ton papan gipsum menabrak toko sekaligus tempat tinggal di kawasan Jalan Ampera II, Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (31/1) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini meski bagian depan bangunan roboh diseruduk kendaraan besar itu.
Truk tronton pengangkut kontainer berisi 23 ton papan gipsum menabrak toko sekaligus tempat tinggal di kawasan Jalan Ampera II, Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (31/1) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini meski bagian depan bangunan roboh diseruduk kendaraan besar itu.
Pemilik Ruko, Eki dan anaknya hanya mengalami luka ringan karena tertimpa tokonya yang ambruk. Saat kejadian, sekira pukul 11.00 Wita, keduanya sedang berada di dalam toko.
"Ibu dan anaknya ini lagi makan," kata Kapolsek Palaran Kompol Roganda, saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (31/1).
Tiba-tiba sebagian ruko yang ditinggali Eki dan anaknya ambruk. Belakangan diketahui bangunan itu diseruduk truk tronton bernomor polisi KT 8940 MT yang mengangkut peti kemas.
"Ibu Eki lecet di kaki, dan anaknya lecet di bahu kanan. Iya, keduanya luka ringan setelah sempat tertimpa bangunan rukonya yang ambruk. Tidak sampai dirawat ke rumah sakit," ujar Roganda.
Sopir truk tronton, Supriyono (43) telah diamankan di Polsek Palaran. Dia berkendara sendiri tidak ditemani kernet.
Kabin Truk Lepas di Jalan Menurun
Kasus ini masih ditangani unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda. Petugas menemukan kesesuaian keterangan sopir dan sejumlah saksi terkait kejadian itu.
"Jadi truk ini membawa kontainer isi bahan bangunan gipsum kurang lebih 23 ton, jalan dari arah pelabuhan peti kemas ke arah pergudangan di Jalan Ir Sutami," terang Roganda.
"Begitu lewat depan kantor Camat Palaran, ada kondisi jalan sedikit menanjak kemudian menurun dan agak menikung. Saat di jalan menurun itu, tiba-tiba kepala atau kabin truk terlepas dan kabin posisi seperti menunduk ke bawah. Sopirnya panik, karena dia tidak bisa melihat ke depan," jelas Roganda.
Sopir berhasil melompat keluar dari dalam kabin, sedangkan truknya terus melaju. "Karena kondisi (jalan) menurun, truk meluncur menyeberang median jalan, dan menabrak bangunan toko. Terhenti, dan ban masuk parit," terang Roganda.