Trivia Katinting Race Seri 4: Bukan Sekadar Lomba Perahu, Wujud Nyata Kekuatan Budaya Maritim Sulselbar
Dankodaeral VI Cup Seri 4 sukses digelar dengan Katinting Race yang memukau. Ajang ini lebih dari kompetisi, menegaskan kekuatan budaya maritim dan sinergi TNI AL dengan masyarakat pesisir.
Dankodaeral VI Cup Seri 4, sebuah ajang bergengsi yang menampilkan Katinting Race, telah sukses diselenggarakan di Pantai Topejawa, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Penutupan acara ini pada 24 Agustus 2025 menandai berakhirnya kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 22 Agustus 2025.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VI, Laksamana Muda (Laksda) TNI Andi Abdul Aziz, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba. Lebih dari itu, Katinting Race Seri 4 adalah manifestasi nyata dari semangat kebersamaan dan kekuatan budaya maritim bangsa.
Ajang ini berhasil menarik perhatian sekitar 60 perwakilan dari wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, menghadirkan kebahagiaan serta menjadi momen penting bagi masyarakat pesisir. Keberhasilan penyelenggaraan ini sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI Angkatan Laut dengan komunitas maritim lokal.
Semangat Kebersamaan dan Kekuatan Maritim Bangsa
Laksda TNI Andi Abdul Aziz dalam sambutannya menekankan pentingnya Katinting Race Seri 4 sebagai simbol kebersamaan. Ia menyatakan bahwa ajang ini merupakan wujud nyata dari kekuatan budaya maritim yang telah lama mengakar di tengah masyarakat pesisir.
Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk mempererat hubungan antara TNI AL dan masyarakat, menunjukkan komitmen dalam membangun komunikasi sosial yang harmonis. Kehadiran para peserta dan antusiasme penonton menjadi bukti nyata dari keberhasilan tujuan tersebut.
Dankodaeral VI CUP, menurut Laksda Aziz, adalah sebuah kebanggaan bagi TNI AL karena dapat menjadi bagian dari kebangkitan potensi maritim di Sulselbar. Ini adalah langkah strategis dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan di wilayah tersebut.
Katinting Race: Sorotan Keterampilan dan Keberanian
Lomba Katinting Race Seri 4 menyajikan pertandingan final yang penuh ketegangan dan sangat memukau para penonton. Perahu-perahu Katinting terbaik dari berbagai daerah di Sulselbar bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara yang bergengsi.
Keterampilan mengemudi, keberanian para peserta dalam menghadapi ombak, dan semangat bahari mereka menjadi sorotan utama sepanjang kompetisi. Ini mencerminkan tidak hanya kemampuan individu, tetapi juga kekuatan maritim yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Sekitar 60 perwakilan dari Sulsel dan Sulbar menunjukkan dedikasi dan latihan keras mereka dalam setiap putaran lomba. Mereka adalah cerminan dari potensi generasi muda pesisir yang siap menjadi tulang punggung kekuatan maritim di masa depan.
Sinergi TNI AL dan Masyarakat Pesisir di Pantai Topejawa
Pantai Topejawa di Kabupaten Takalar menjadi saksi bisu kemegahan acara Dankodaeral VI CUP Seri 4. Lokasi ini dipilih karena strategis dan mampu menampung antusiasme masyarakat serta peserta yang datang dari berbagai penjuru.
Ajang yang berlangsung selama tiga hari ini ditutup dengan momen yang paling dinanti: penyerahan piala dan trofi kepada para pemenang. Prosesi ini dilakukan langsung oleh Komandan Kodaeral VI, didampingi oleh pejabat TNI AL dan tokoh masyarakat setempat.
Selain penyerahan hadiah, acara penutupan juga dimeriahkan dengan sesi foto bersama dan penampilan budaya khas pesisir. Hal ini semakin memperkaya nuansa kebersamaan dan kearifan lokal, menegaskan bahwa Katinting Race Seri 4 adalah perpaduan sempurna antara olahraga, budaya, dan sinergi.
Sumber: AntaraNews