Trans Semarang beroperasi, sopir angkot ancam macetkan jalan
Usai melakukan orasi, perwakilan pendemo akhirnya diterima Pemkot Semarang dengan diwakili PLT Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Tri Wibowo dan Asisten 1 Walikota Semarang Trijoto Sardjoko di Gedung Setda Kota Semarang.
Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (8/3) melakukan aksi demo menolak pengaktifan bus Trans Semarang atau Bus Rapid Transmision (BRT). Mereka berkonvoi mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di Gedung Balaikota Jalan Pemuda Kota Semarang, Jawa Tengah.
Meski aksi konvoi itu dikawal oleh petugas Satlantas Polrestabes Semarang namun tetap membuat arus lalu lintas di sepanjang Jalan Pemuda Kota Semarang agak sedikit melambat.
Ratusan sopir angkot menolak aktifasi BRT di dua koridor 5 dan koridor 6 karena merasa pendapatan mereka terancam turun drastis. Mereka terdiri dari tiga jurusan sopir angkot jurusan Tembalang-Patung Kuda, Pasar Johar-Banyumanik dan Jatingaleh-Sumur Jurang Gunung Pati.
"Kalau BRT diaktifkan kita mau makan apa? Wong sekarang saja dalam sehari, kita kadang nombok karena belum ada BRT saja sepi. Apalagi kalau BRT nanti sudah mulai beroperasi kita bisa kelaparan," ungkap Suryandono salah satu sopir angkot jurusan Jatingaleng-Sumur Jurang, Gunung Pati Kota Semarang dalam orasinya.
Usai melakukan orasi, perwakilan pendemo akhirnya diterima Pemkot Semarang dengan diwakili PLT Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Tri Wibowo dan Asisten 1 Walikota Semarang Trijoto Sardjoko di Gedung Setda Kota Semarang.
Namun, dalam mediasi dan perundingan itu, tidak ditemukan titik temu dan kesepakatan terkait aksi penolakan aktifasi BRT yang rencananya akan diluncurkan sekitar akhir Februari 2017 saat ini.
Koordinator aksi, Thohar salah satu perwakilan yang juga ikut dalam proses mediasi mengungkapkan bahwa tidak ada titik temu atau kesepakatan dalam pertemuan antara pihak Pemkot Semarang dan perwakilan sopir angkot yang berdemo itu.
"BRT tetep turun katanya. Pertemuannya tadi itu kan tidak ada keputusan. Intinya kami dari sopir-sopir angkutan menolak angkut C5 dan C2 menolak BRT turun," ujarnya.
Thohar menambahkan karena BRT tetap akan diluncurkan dan aspirasi para sopir tidak didengarkan maka dirinya bersama ratusan sopir angkot lainnya tetap akan melakukan aksi demo kembali. Jika perlu, akan memacetkan jalur yang sehari-hari dimana sopir angkot itu bekerja.
"Demo lagi. Gini saja (kita bikin) macet Tembalang. Yang jurusan Unnes kita macetkan Unnes. Soale belum ada keputusan. Alasan di dalam biar dirembug antar perwakilan. Kami tetap akan demo lagi," pungkasnya.(mdk/ded)