Tragedi Ledakan KMP Aceh Hebat 2: Satu Taruna Meninggal Dunia Setelah Perawatan Intensif
Kabar duka menyelimuti insiden Ledakan KMP Aceh Hebat 2; seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati meninggal dunia setelah berjuang di rumah sakit, menyisakan pertanyaan tentang keselamatan dan penanganan korban.
Banda Aceh, 21 Juni 2026 – Insiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi beberapa waktu lalu kembali menelan korban jiwa. Fahri Herdi Eko (19), seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Fahri meninggal dunia pada Sabtu malam (20/6) sekitar pukul 22.50 WIB, di hadapan keluarga dan perawat di ruang ICU 1.
Kabar duka ini disampaikan oleh Kabag Humas RSUD Zainoel Abidin, Rahmadi, pada Minggu (21/6). Kondisi almarhum Fahri memang sempat mengalami penurunan drastis sekitar pukul 21.00 WIB, meskipun tim medis telah berupaya maksimal, nyawanya tidak dapat tertolong.
Kepergian Fahri menambah daftar pilu akibat ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, pada Jumat (12/6). Insiden tersebut sebelumnya telah mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar, termasuk 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal. Seluruh korban segera mendapatkan penanganan medis di RSUD Zainoel Abidin.
Kronologi Insiden dan Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2
Ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 terjadi secara tiba-tiba saat kapal penyeberangan rute Banda Aceh - Sabang itu tengah bersandar. Insiden ini mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Sebanyak 15 orang menjadi korban luka bakar akibat kejadian nahas tersebut.
Dari jumlah korban, mayoritas adalah mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati yang sedang berada di kapal. Mereka termasuk dalam rombongan yang terdampak langsung ledakan. Selain itu, seorang anak buah kapal KMP Aceh Hebat 2 juga turut menjadi korban.
Semua korban luka bakar segera dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Tim dokter dan perawat telah bekerja keras untuk menyelamatkan dan memulihkan kondisi para korban sejak awal kejadian. Upaya penanganan intensif terus dilakukan untuk memastikan pemulihan optimal bagi mereka yang masih dirawat.
Perjuangan Fahri Herdi Eko dan Dukungan Keluarga
Fahri Herdi Eko, salah satu taruna yang menjadi korban ledakan, telah berjuang melawan luka-lukanya selama beberapa hari. Namun, kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa penurunan kondisi Fahri terjadi cepat sebelum meninggal dunia.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Fahri langsung menjalani proses fardhu kifayah di kamar jenazah RSUD Zainoel Abidin. Kemudian, jenazah dishalatkan di Masjid Raudhatul Jannah yang berada di lingkungan rumah sakit. Proses ini dilakukan dengan penuh khidmat, dihadiri oleh keluarga dan kerabat yang berduka.
Pada Minggu dini hari pukul 01.50 WIB, jenazah Fahri Herdi Eko dibawa pulang ke rumah duka di Medan, Sumatera Utara, menggunakan ambulans. Pihak rumah sakit dan keluarga berharap semua amal ibadah almarhum diterima dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Investigasi dan Komitmen Keselamatan ASDP
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Fahri Herdi Eko. GM ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. ASDP juga menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, berharap mereka diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka ini.
Sejak awal insiden, ASDP telah memfokuskan perhatian pada penanganan dan pemulihan para korban. Perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan, termasuk memastikan kebutuhan penanganan medis terpenuhi. Andri Setiawan menegaskan bahwa ASDP akan terus hadir memberikan dukungan dan pendampingan kepada keluarga almarhum serta korban lain yang masih menjalani perawatan.
Selain itu, ASDP juga memberikan apresiasi tinggi kepada tenaga medis, petugas pelabuhan, aparat, dan seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan sejak awal kejadian. Saat ini, ASDP tetap berkoordinasi dan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang. Hal ini bertujuan untuk mengetahui fakta dan penyebab pasti dari insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2. Perusahaan menghormati proses yang sedang berlangsung dan berkomitmen menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari upaya penguatan aspek keselamatan operasional.
Sumber: AntaraNews