LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tracking dan Tracing Dinilai Rendah, PPKM di Garut Kembali ke Level 2

Kabupaten Garut kembali memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, setelah sepekan kemarin di level 1. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana menuturkan bahwa hal itu terjadi karena point tracking dan tracing dinilai rendah oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

2022-01-25 17:20:46
PPKM
Advertisement

Kabupaten Garut kembali memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, setelah sepekan kemarin di level 1. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana menuturkan bahwa hal itu terjadi karena point tracking dan tracing dinilai rendah oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Jadi ada 21 orang warga Garut yang terpapar Covid-19 di luar Garut, seperti Jakarta, Papua dan lainnya. Itu masuk datanya ke kita sesuai alamat di KTP elektronik, dan oleh Kemenkes, kita dinilai rendah dalam hal tracking dan tracing," kata Nurdin, Selasa (25/1).

Secara aturan, dijelaskan Nurdin, saat ada seorang warga yang terpapar Covid-19, maka harus melakukan tracing dan tracking minimal kepada 15 orang. Selama ini pihaknya selalu melakukan aturan tersebut manakala ada warga yang terpapar.

Advertisement

Nurdin mengaku bahwa penilaian rendahnya tracing dan tracking tersebut cukup membingungkan, karena posisi warga Garut yang terpapar berada di luar Garut.

"Masa kita harus melakukan tracking dan tracing kepada orang yang sehat di Garut," ucapnya.

Pihaknya, diakui Nurdin sudah berkomunikasi dengan Kemenkes untuk mengembalikan data tracking dan tracing ke wilayah setempat. Apalagi posisi 21 orang warga Garut itu pun kini ada di wilayah masing-masing, dan tidak diperkenankan keluar kota/kabupaten saat ini tinggal.

Advertisement

"Kalau masuk ke data kita, tentunya itu tidak kontekstual karena yang bersangkutan tidak ada di Garut," katanya.

Saat ini, jumlah warga Garut yang terpapar Covid-19 berjumlah 32 orang. Dari jumlah tersebut, 11 orang warga menjalani isolasi dan perawatan di wilayah Garut dan 21 lainnya di luar Garut.

"11 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu sudah kami lakukan tracking dan tracing sesuai prosedur dan tidak ada penambahan," ungkapnya.

Dia juga memastikan bahwa turunnya level PPKM di Garut tidak berkaitan dengan adanya warga yang terpapar Omicron.

"Sudah saya cek semuanya, tidak ada (pasien omicron). Tingkat BOR (bed occupancy rate) kita juga rendah. Jadi ini murni karena point-nya di tracking dan tracing itu tadi," tutup Nurdin.

Baca juga:
PPKM Level 2 Jabodetabek: Sekolah Bisa PTM atau PJJ
Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, PTM Tetap Berpedoman Aturan SKB 4 Menteri
Jabodetabek Masih Level 2, Berikut Daftar PPKM Wilayah Jawa-Bali
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 31 Januari, DKI Jakarta Masih Level 2
Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Belum Pikirkan PPKM Darurat atau Lockdown
Luhut Sebut Jakarta Masuk PPKM Level 3

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.