LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Total 143.627 jemaah haji Indonesia jalani rawat jalan

Saat ini pusat pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia dipusatkan di Makkah.

2016-09-07 22:48:35
Haji 2016
Advertisement

Hingga empat hari jelang pelaksanaan puncak haji atau pelaksanaan wukuf di Padang Arafah, sebanyak 143.627 jemaah haji telah menjalani rawat jalan, baik di Klinik Kesehatan Haji Makkah dan Madinah, atau di klinik kesehatan di tiap-tiap sektor atau pun kloter.

"Kami sudah rawat jalan 143.627 kasus kunjungan. Bisa jadi orang berulang kali datang dari total 168 ribu jemaah haji kita," kata Kabid Kesehatan Haji PPIH Arab Saudi dr Eka Yusuf saat memberi pemaparan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin beserta rombongan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia, Makkah, Rabu (7/9).

Selain menangani jemaah haji reguler, menurut Eka, KKHI juga melayani jemaah haji khusus. Haji khusus ini dilakukan oleh pihak swasta, namun masih dalam pengawasan Kementerian Agama.

"Kami juga melayani PIHK. Artinya kalau memang dirujuk ke sektor tetap kami layani, karena memang secara etika dokter kami harus layani," ujar Eka.

Menurut Eka, saat ini pusat pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia dipusatkan di Makkah. Sebab di Madinah sudah tidak ada lagi jemaah haji di sana. "KKHI Madinah saat ini kosong. Di sana jumlah kunjungan 665 orang. Sementara di Makkah sampai saat ini dirawat 90 orang, di RS Arab saudi 52 orang yang menjalani proses perawatan," ungkap Eka.

Hingga saat in, menurut Eka jumlah total jemaah haji yang meninggal dunia sebanyak 71 orang. Dari jumlah tersebut 79 persen wafat akibats erangan penyakit jantung. Sisanya penyakit-penyakit lain seperti kanker, pernafasan, serta penyakit-penyakit bawaan lainnya.

Sementara, persentase jemaah haji yang termasuk risti (risiko tinggi) tahun ini adalah 66,3 persen. Dibandingkan tahun 2015 lalu, jemaah Indonesia yang risti cuma 61 persen, dan tahun 2015 sejumlah 55 persen saja.

Meski tahun ini jemaah risti jumlahnya tinggi, jumlah jemaah haji yang wafat menurun dibandingkan tahun lalu. Hal ini lantaran ada deteksi dini terhadap para jemaah, terutama tak lama setelah mereka turun dari pesawat.

"Karena deteksi dini yang dilakukan di bandara. Misalnya saatjemaah lemes nggak boleh langsung naik bis, ditangani dulu, dirawat bahkan dibawa ke RS tau klinik kesehatan," ujar Kapuskes Kemenkes, Mochtaruddin Mansyur di tempat yang sama.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.