Tomi, Bonek yang tewas akibat terinjak-injak
Tomi tewas dengan luka lebam di muka, pinggang dan pipi akibat terinjak penonton yang panik oleh tembakan gas air mata.
Suporter Persebaya Purwo Adi Utomo tewas dengan luka lebam di muka, pinggang dan pipi akibat terinjak-injak penonton yang panik oleh tembakan gas air mata aparat kepolisian. Pelajar yang akrab dipanggil Tomi itu merupakan warga Babadan Rukun 6, Surabaya.
Tomi yang tercatat bersekolah di SMKN 5 Surabaya, Jawa Timur, ikut menyaksikan laga lanjutan Indonesia Premier League (IPL) antara Persebaya 1927 vs Persija Jakarta di Gelora 10 November, Minggu (3/6) sore yang berakhir imbang 3-3.
Saat bentrokan antara Bonek Mania dengan polisi reda, Tomi ditemukan di tribun kelas ekonomi dalam keadaan kritis. Sempat dibawa dibawa ke ruang kesehatan di stadion, Tomi dilarikan ke RSUD dr Soetomo.
Putra tunggal pasangan Yudianto dan Endang Sulistyowati itu, dirawat di ruang IGD. Sayang, nyawanya tak tertolong. Tomi mengembuskan nafas terakhir sekitar pukul 18.00 WIB.
Korban berada di kamar mayat RSUD dr Soetomo untuk diotopsi. Kapolrestabes Surabaya Kombes Polisi Tri Maryanto, Walikota Surabaya Tri Rismaharani dan Manajer Persebaya 1927 Saleh Hanifah menemui keluarga korban di kamar mayat.
Menurut paman korban, Setyo Waluyo, Tomi yang berusia 17 tahun termasuk anak pendiam. Biasanya selalu pamit jika ingin keluar rumah ataupun menonton bola. "Tapi, ini tadi dia tidak bilang mau nonton bola," katanya dengan raut wajah sedih.
Setiap pagi, lanjut dia, Tomi selalu membantu dia berjualan soto. "Ayahnya sendiri bekerja sebagai sopir pribadi. Dan tahun ini, ponakan saya itu naik kelas 3 di SMKN 5 Surabaya," ujarnya dengan terbata-bata.
Diberitakan sebelumnya, usai pertandingan sepakbola antara Persebaya 1927 vs Persija Jakarta di Gelora 10 November, terjadi bentrokan antara suporter vs polisi. Insiden itu dipicu aksi lempar suporter ke arah polisi, yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.(mdk/bal)