Tolong, bocah penderita hipospadia ini butuh bantuan
Tolong, bocah berkelamin ganda ini butuh bantuan. DF menagih agar segera dikhitan. Hanya saja, keinginannya itu tak kunjung terkabul karena terkendala biaya untuk dilakukan operasi.
Miris dialami bocah berusia sembilan tahun berinisial DF mengalami hipospadia. Lebih ironisnya, DF berasal dari keluarga tak mampu.
Hipospadia adalah kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis.
Putra tunggal pasangan Herlidi (35) dan Buntalia (27) itu tinggal di Desa Simpang Pancur, Kecamatan Pulau Beringin, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Herlidi sehari-hari bekerja buruh upahan yang berpenghasilan Rp 30 ribu per hari, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga.
Ingin anaknya sembuh, Herlidi memutuskan berangkat ke Palembang menemui keluarganya dengan maksud pengobatan. Dia terpaksa tidak bekerja dalam waktu cukup lama sambil menunggu DF sembuh total.
Herlidi mengatakan, anaknya tersebut lahir dengan bantuan dukun di kampungnya, nenek Sari, pada 17 Desember 2007. Keluarga syok mendengar pengakuan si dukun bahwa DF memiliki kelamin laki-laki dan perempuan.
"Ya kaget, ada apa ini. Waktu istri hamil, tidak ada firasat atau melanggar pantangan. Tahu-tahu anak saya punya dua kelamin begitu," ungkap Herlidi.
Lima tahun tertutup, kata dia, akhirnya kondisi DF diketahui warga sekampung. Keterbatasan ekonomi membuat Herlidi hanya menahan malu sambil memberikan penjelasan seadanya kepada DF.
Bocah idap kelamin ganda di Sumatera Selatan ©2017 merdeka.com/irwanto
"Mau apalagi, memang kenyataannya seperti itu. Kalau malu bukan lagi, tetapi Alhamdulillah orang-orang di kampung maklum, siapa juga mau seperti ini," kata dia.
Herlidi mengatakan, perilaku DF layaknya seorang laki-laki. Dalam akte kelahiran dan kartu keluarga juga ditulis berjenis kelamin laki-laki.
"Berfungsi semua, yang kelamin laki kalau pagi hidup, cuma kalau kencing dari yang satunya (kelamin perempuan). Posisinya, kelamin laki-laki di atas, kelamin perempuan di bawahnya," terangnya.
DF pun sangat berkeinginan dikhitan meski memiliki hipospadia. Keluarga berusaha menyembuhkan kelainan DF demi memenuhi keinginannya itu.
"Cuma kencingnya jongkok karena lewat kelamin perempuan. Untuk kelamin laki-laki aktif juga, ada telurnya (testis) juga, tetapi tak bisa buat kencing," ungkap Herlidi.
Lantaran selalu kencing jongkok, kata dia, DF kerap bertanya kepadanya karena berbeda dengan teman-teman laki-lakinya. Herlidi menjawab seadanya yang bertujuan DF tidak minder dengan kondisinya.
"Saya bilang itu karena belum disunat (khitan) saja, bukan apa-apa. Maklum, anak saya ini masih kecil, belum ngerti soal itu," ujarnya.
Selain itu, Herlidi mengaku anaknya selalu menjadi bahan olok-olok teman-temannya. Seringkali DF menangis saat pulang sekolah karena tak tahan di-bully.
"Tahu-tahu nangis, gara-gara dikatain jantan kok kencing jongkok. Namanya juga anak-anak, saya maklum, tidak soal," ujar Herlidi.
Alhasil, DF menagih agar segera dikhitan. Hanya saja, keinginannya itu tak kunjung terkabul karena terkendala biaya untuk dilakukan operasi.
"Nagih terus. Dia bilang teman-temannya sudah disunat semua, kapan mau disunat," kata dia.
DF pun mengaku ingin seperti teman-temannya lain yang normal. "Aku ni jantan, dak galak jadi betino (Saya ini laki-laki, tidak mau jadi perempuan)," kata bocah kelas III SD di kampungnya itu.
Kini, harapan DF mulai terbuka lebar setelah Herlidi mengajaknya ke Palembang untuk berobat. Dia memberanikan mendaftar BPJS Kesehatan agar dilayani rumah sakit.
"Entah dari mana bayar iuran bulanan, yang penting anak saya sehat dan normal. Mumpung masih kecil, kasihan kalau sudah besar baru diurus," pungkas Herlidi.
Baca juga:
Cerita miris bocah DF mempunyai kelamin ganda
Keluhkan kencing jongkok, bocah kelamin ganda ngebet minta disunat
Kerap dibully teman sekolah, bocah kelamin ganda ingin jadi jantan
Telat register, pengobatan bocah kelamin ganda di Palembang tertunda