LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tolak penghancuran masjid, ormas Islam bentrok dengan polisi

Sebelumnya, Masjid Raudhatul Islam dan Masjid Al Chairiyah di Medan dirobohkan tanpa alasan yang jelas.

2013-01-25 16:07:40
Bentrokan Ormas
Advertisement

Aksi unjuk rasa menentang penghancuran masjid di Medan kembali terjadi. Ratusan orang berunjuk rasa di depan Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Medan, selepas salat Jumat (25/1).

Gelombang demo kembali muncul menyusul bentrok antara para penentang penghancuran Masjid Raudhatul Islam dengan massa Ikatan Pemuda Karya (IPK) di sekitar pertapakan masjid, Rabu (23/1). Sebelumnya, sudah berbulan-bulan tidak terjadi unjuk rasa terkait persoalan ini.

Dalam orasinya, massa yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid menentang penghancuran masjid di Medan, seperti yang telah terjadi pada Masjid Raudhatul Islam, Masjid Al Chairiyah, serta upaya adu domba dan memecah belah.

"Kami menolak proses penghancuran dan pemindahan masjid yang bertentangan dengan UU Wakaf dan syariat Islam. Bangun kembali masjid yang sudah dihancurkan," kata Indra Buana, koordinator aksi.

Massa juga menyayangkan sikap aparat keamanan dalam menyikapi penghancuran masjid. Mereka menganggap aparat keamanan lebih memilih untuk membela dan mendukung kaum kapitalis.

Pantauan merdeka.com, akibat aksi unjuk rasa ini, Jalan Putri Hijau di depan Hotel Emerald Garden ditutup. Sementara itu SPBU di depan hotel juga berhenti beroperasi.

Aksi unjuk rasa berlangsung panas. Massa sempat bentrok dengan polisi yang berjaga di depan Hotel Emerald Garden. Hotel ini juga milik Arsyad Lis, bos PT Jatimasindo, pengembang perumahan yang menghancurkan Masjid Raudhatul Islam. Letak masjid dan hotel hanya beberapa ratus meter.

Ketegangan terjadi saat massa mulai membakar ban di depan pintu gerbang Hotel Emerald Garden. Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto melarang massa melakukan pembakaran, sehingga terjadi perdebatan.

Menyusul perdebatan itu, kontak fisik sempat terjadi. Massa pengunjuk rasa dan polisi saling pukul. Namun, ketegangan tak berlangsung lama, kedua pihak bisa menenangkan diri. Massa pun berhasil membakar sejumlah ban di taman bertuliskan nama hotel.

Ketegangan kembali terjadi saat massa mendesak masuk ke dalam halaman hotel. Kondisi semakin panas, karena beberapa polisi terlihat memukulkan tongkatnya saat aksi saling dorong.

Namun, ketegangan kembali dapat diredakan. Setelah melakukan aksinya, massa membubarkan diri sekitar pukul 15.55 WIB.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.