Tolak angkutan online, sopir angkot di Surabaya mogok massal
Ribuan sopir angkutan umum di Surabaya menggelar aksi mogok massal di kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Selasa (3/10). Mereka memprotes maraknya transportasi online di Surabaya.
Ribuan sopir angkutan umum di Surabaya menggelar aksi mogok massal di kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Selasa (3/10). Mereka memprotes maraknya transportasi online di Surabaya.
Menurut Eko, salah satu peserta aksi mengaku, bahwa aksi ini bertujuan menuntut pemerintah agar memberikan solusi atas maraknya transportasi berbasis aplikasi online.
"Sejak ada transportasi online, pendapatan sopir angkutan konvensional menurun drastis. Kita paham, angkutan online sudah banyak dan tidak mungkin bisa dihapus. Tapi paling tidak ada aturan yang mengatur, biar sama-sama enak," kata Eko.
Akibat aksi para sopir angkot ini, Jalan Pahlawan terpaksa ditutup total. Dan untuk mengamankan jalannya aksi, sekitar 2.000 personel gabungan baik dari polisi maupun Satpol PP dikerahkan oleh Polrestabes Surabaya.
Apalagi, selain menggelar aksi, para sopir angkot ini juga melakukan sweeping terhadap angkutan yang masih beroperasi. Seperti Yanto misalnya. Sopir taksi ini terpaksa harus menurunkan penumpangnya. Sebab para pendemo yang melihatnya, langsung memburu dan menggedor-gedor pintu mobilnya. Beruntung dia tidak diamuk massa.
"Ini tempat demo. Para sopir enggak cari penumpang. Ini namanya tidak menghormati aksi solidaritas mogok sesama sopir angkut," teriak salah satu pendemo.
Baca juga:
Sopir konvensional di Makassar tebar ancaman hingga bakar atribut ojek online
Protes transportasi online, sopir angkot & ojek sweeping Grab & GO-JEK
41 Persen konsumen kecewa dengan pelayanan transportasi online
Asosiasi minta tarif transportasi online disetarakan dengan angkutan umum