LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tolak aksi represif perusahaan asing, pemuda demo Konjen Malaysia

Tolak aksi represif perusahaan asing, pemuda demo Konjen Malaysia. Sebelumnya, bentrok antara aparat keamanan dengan petani, yang tergabung dalam kelompok Serikat Petani Indonesia (SPI) Mekar Jaya, terjadi saat personel gabungan mengawal okupasi pembersihan lahan yang dilakukan PT LNK Kebun Gohor Lama, Jumat (18/11).

2016-11-22 19:21:03
Demo
Advertisement

Belasan pemuda berunjuk rasa di depan Konsulat Jenderal Malaysia di Jalan P Diponegoro, Medan, Selasa (22/11). Mereka menentang tindakan represif yang dialami petani menyusul sengketa lahan dengan perusahaan asal Malaysia di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Langkat, Jumat (18/11) lalu.

Dalam demonstrasi dilakukan para pemuda mengatasnamakan Sumateran Youth Food Movement, pendemo menyampaikan kekecewaannya atas keberpihakan aparat kepolisian kepada perusahaan perkebunan asal Malaysia, PT Langkat Nusantara Kepong (LNK).

"Kami menentang keras sikap represif aparat kepolisian terhadap para petani yang mempertahankan lahannya dari upaya pendudukan perusahaan asal Malaysia itu," kata Ricky, koordinator aksi.

Setelah membacakan pernyataan sikapnya, pendemo menempelkan poster pada dinding pagar depan kantor Konjen Malaysia. Isinya menuntut agar PT LNK diusir dari Langkat.

Aksi ini tidak mendapat tanggapan dari pihak Konjen Malaysia. Pihak kepolisian berpakaian dinas juga tidak tampak mengawal jalannya aksi yang berlangsung sekitar setengah jam itu.

Sebelumnya, bentrok antara aparat keamanan dengan petani, yang tergabung dalam kelompok Serikat Petani Indonesia (SPI) Mekar Jaya, terjadi saat personel gabungan mengawal okupasi pembersihan lahan yang dilakukan PT LNK Kebun Gohor Lama, Jumat (18/11) sore. Akibat bentrok ini belasan orang terluka. Dua di antaranya anak-anak dan nenek-nenek.

Salah seorang korban, Zulkifli (39), menceritakan, bentrokan terjadi saat petani mencoba mengadang alat berat yang akan masuk ke lahan. Mereka terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan.

"Waktu itu saya mau menyelamatkan warga, tapi justru dipukul. Saya dipegang lima orang petugas, dihantam, dihajar, tak ubahnya seperti binatang," katanya.

Zulkifli mengalami pemukulan di bagian kepala, dada, kaki dan tangan. Bagian kepala Zulkifli terpaksa dijahit karena dipukul menggunakan kayu. Lula memar pun terlihat di beberapa bagian tubuhnya. "Sampai sekarang yang di dada ini terkadang keluar darah kalau saya batuk," ungkapnya.

Sementara Legimin (25), korban lainnya, mengaku dipukul saat menyelamatkan Zulkifli. Dia terluka dan harus mendapat jahitan pada bagian pipi.

Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin membantah berpihak pada PT LNK saat perusahaan itu melakukan okupasi pembersihan lahan Kebun Gohor Lama.

"Kami sifatnya netral, tidak memihak mana pun dan hanya mengamankan serta menghindari jangan terjadi bentrok. Sebenarnya di sini ada permintaan dari pemilik lahan dan selama ini lahan tersebut ada HGU," ujar Mulya.

Dia menyatakan telah berupaya memediasi kedua belah pihak dan menyarankan agar persoalan itu agar diselesaikan secara baik baik dan melalui jalur hukum. Namun, pihak petani tetap bertahan dan mengadang jalan.

Mulya mengklaim tidak ada korban anak maupun perempuan dalam peristiwa itu. Dia malah menyatakan anggotanya yang menjadi korban karena diserang dengan bambu, batu dan bom molotov.(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.