LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tolak aksi represif di kampus, puluhan mahasiswa mengadu ke DPRD Sumut

Para pengunjuk rasa merupakan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Institut Teknologi Medan (ITM). Mereka menganggap sejumlah kampus di Medan telah mematikan demokrasi dengan cara-cara represif.

2017-11-02 17:24:29
Demo Mahasiswa
Advertisement

Puluhan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi berunjuk rasa di DPRD Sumut, Kamis (2/11). Mereka memprotes tindakan represif pihak kampus.

Para pengunjuk rasa merupakan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Institut Teknologi Medan (ITM). Mereka menganggap sejumlah kampus di Medan telah mematikan demokrasi dengan cara-cara represif.

"Kampus kami menggunakan cara-cara represif kampus dalam menghadapi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi," kata Ardi, mahasiswa Fakultas Teknik UMSU di depan gerbang DPRD Sumut.

Salah satu contoh cara represif yang dilakukan kampus, kata Ardi, adalah pelibatan personel militer di UMSU. "Kami sangat menolak kehadiran militer di dalam kampus," jelas Ardi.

Bukan hanya itu, kampus juga dinilai sewenang-wenang membungkam mahasiswa. Berbagai sanksi diberikan untuk hal-hal yang dinilai sepele. "Ada tiga kawan kami dihukum skorsing empat semester atau dua tahun. Kemudian empat teman kami yang lain diskors," kata Ardi.

Sementara mahasiswa USU, Aifo, memaparkan kasus yang terjadi di kampus mereka. Seorang rekannya, Imanuel Silaban nyaris tewas dianiaya satpam.

"Sikap kami sama dengan teman-teman kampus lainnya. Kami meminta agar kasus-kasus di kampus kami ditindaklanjuti. Mereka yang terlibat penganiayaan harus dihukum," kata Aifo.

Para pengunjuk rasa menilai kondisi dunia pendidikan tinggi di Sumut sedang tidak baik. Pihak rektorat di sejumlah kampus dinilai semena-mena memecat atau men-drop out (DO) dan menskorsing mahasiswa tanpa menjalankan prosedur seharusnya.

Selain orasi, unjuk rasa ini juga diwarnai aksi teatrikal. Seorang mahasiswa berperan sebagai mayat, menggambarkan matinya demokrasi dalam dunia pendidikan.

Mahasiswa ditemui anggota Komisi A DPRD Sumut, Doly Sinomba Siregar. Dia berjanji akan mengusulkan pemanggilan para rektor untuk membahas masalah ini.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.