Tokoh pers Amir Effendi Siregar meninggal dunia
Putra bungsu Amir, Bahana Adiputra Siregar menuturkan ayahnya meninggal dunia karena penyakit tumor otak yang diidapnya. Penyakit tumor otak ini sudah hampir dua tahun belakangan ini diderita oleh Amir.
Tokoh pers dan penyiaran Indonesia, Amir Effendi Siregar meninggal dunia di usianya yang ke 67 tahun, Kamis (25/1). Amir menghembuskan napas terakhir di RS Bethesda pada pukul 04.20 WIB.
Putra bungsu Amir, Bahana Adiputra Siregar menuturkan ayahnya meninggal dunia karena penyakit tumor otak yang diidapnya. Penyakit tumor otak ini sudah hampir dua tahun belakangan ini diderita oleh Amir.
"Sudah dua tahun sakit tumor otak. Bapak gak operasi tumor otak. Karena letak tumornya terlalu dalam jadi beresiko. Ya diobati secara medis, herbal, pakai obat sama radioterapi," ujar Bahana saat ditemui di rumah duka di Jalan Pacar nomor 4, Baciro, Kota Yogyakarta, Kamis (25/1).
Bahana menyampaikan Amir sudah menjalani rawat inap di RS Bethesda sejak 13 hari yang lalu. Kondisinya, kata Bahana, terus menurun.
"Bapak sudah sejak setahun belakangan tak lagi beraktivitas seperti mengajar di kampus. Bapak sudah off kegiatannya dan konsentrasi menjalani pengobatan," urai Bahana.
Semasa hidupnya pria kelahiran 29 Mei 1950 ini dikenal sebagai dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII). Suami dari Rosnawati ini juga dikenal aktif menulis artikel di berbagai media. Amir juga menulis sejumlah buku diantaranya berjudul Pers Mahasiswa Indonesia, Patah Tumbuh Hilang Berganti.
Amir dikenal pula aktif dalam berbagai organisasi. Tercatat bapak empat anak ini permah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Serikat Penerbit Surat Kabar (DPP SPSS), Ketua Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia, dan Ketua Pemantau Regulasi dan Regulator Media.
(mdk/rzk)