Toilet rest Area Tol Pali-Kanci wajib bayar Rp 2000, pengguna protes
"Biasanya kalau toilet itukan bayarnya seikhlasnya," protes pengguna.
Arus balik mulai terlihat di beberapa titik, salah satunya di ruas Tol Pali-Kanci menuju Jakarta, volume kendaraan mulai terlihat padat.
Mereka yang sudah lelah berjalan, menjadikan Rest Area di KM 227 sebagai tempat beristirahat. Baik sekadar melepas lelah, ada pula yang memanfaatkan tol untuk mencari makanan dan ke toilet.
Tapi beberapa pengguna Tol Pali-Kanci sempat mengeluhkan dengan penerapan tarif Rp 2.000 bagi pengguna toilet di rest area itu. Tarif itu berlaku untuk pengguna yang ingin membuat air kecil maupun air besar.
"Tadi saya kasih uang Rp 5.000, lalu dikembalikan Rp 3000," ujar Zul, salah seorang pemudik dari Jawa Timur menuju Jakarta saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (21/7).
Uang itu dipungut seorang pekerja wanita didampingi seorang pria yang duduk di depan meja di depan pintu toilet. Penjaga toilet memperhatikan dengan seksama siapa saja yang keluar masuk toilet.
"Rp 2000 mas," ujar petugas.
Beberapa warga protes karena biasanya, tak ada patokan tarif alias seikhlasnya. "Biasanya kalau toilet itukan bayarnya seikhlasnya, ada tempatnya seperti kotak yang kemudian dimasukkan uang oleh pengguna toilet, tapi yang ini harganya ditetapkan Rp 2000," kata Andi, pemudik dari Sragen yang hendak pulang ke Palembang.
Baca juga:
Simpang Jomin ditutup, pemudik mengeluh waktu tempuh bertambah
Arus balik, Pelabuhan Bakauheni mulai 'diserbu' pemudik
Libur Lebaran, Kota Bogor 'diserbu' puluhan ribu mobil pribadi
Arus balik Lebaran di Stasiun Pasar Senen masih sepi
Sampai H+2 Lebaran, korban tewas akibat kecelakaan capai 440 jiwa
Pemudik mulai berdatangan di Stasiun Gambir
Terowongan Nagreg jadi lokasi favorit pemudik 'selfie'