LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

TNI serahkan urusan pengungsi Rohingya ke pemerintah

Moeldoko tetap menolak masuknya imigran gelap ke Indonesia.

2015-05-21 12:33:21
TNI
Advertisement

Gelombang pengungsi kaum Rohingya asal Myanmar dan muslim Bangladesh terus mengalir. Mereka memilih hengkang dari negaranya lantaran marak konflik dan dipinggirkan oleh pemerintah di sana.

Para pengungsi kaum Rohingya itu mencoba mencari suaka di negara-negara Asia Tenggara. Tetapi, bukan bantuan didapat mereka malah diusir dan dibiarkan terombang-ambing di laut selama berbulan-bulan. Terakhir beberapa kapal imigran Rohingya terdampar di perairan Aceh dan diselamatkan oleh para nelayan. Tadinya Indonesia juga pikir-pikir buat menampung kaum Rohingya itu. Tetapi, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan Indonesia mesti membantu mereka.

Namun, Panglima TNI Jenderal Moeldoko tetap berprinsip melarang setiap imigran gelap masuk dalam wilayah Indonesia. Larangan ini sesuai dengan peraturan guna menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah bangsa Indonesia.

"Prinsipnya kita bertugas menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah Indonesia. Siapapun dari luar harus dilarang masuk. Itu memang sudah tugas negara kita begitu," kata Moeldoko, di Lapangan Angkatan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh, Kamis (21/5).

Kendati demikian, Moeldoko mengatakan memberi pengecualian bagi warga Rohingya telah masuk dalam wilayah Indonesia dan harus dianggap sebagai pengungsi. Menurut dia, mereka harus diperlakukan secara manusiawi dengan alasan kemanusiaan sesuai dengan hukum internasional.

"Para pengungsi itu sudah masuk ke wilayah kita, kita perlakukan mereka sebagai pengungsi, ini ada hukumnya, hukum internasional," ujar Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, TNI akan mendukung dengan kebijakan Kementerian Luar Negeri yang menampung pengungsi Rohingya di Indonesia. Meski demikian, dia menekankan tetap menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari imigran gelap.

"Ini kebijakan menteri luar negeri. Prinsipnya TNI selaras dengan kebijakan menteri luar negeri," ujar Moeldoko.

Kedatangan Moeldoko ke Aceh buat melongok kondisi prajuritnya di sana. Agenda tambahannya adalah melakukan peresmian tugu patung Tgk Umar di Pulau Rundo, yakni pulau terluar yang berada di paling barat Indonesia.

"Pagi ini ke Pulau Rundo memasang patung Tgk Umar. Sedang saya pikirkan akan kita pasang patung pahlawan Indonesia di setiap pulau terluar Indonesia, titik tanda keutuhan bangsa ini," tambah Moeldoko.

Kemudian dari Pulau Rundo, Moeldoko bersilaturahim dengan dengan prajurit di Aceh serta akan berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat. Silaturahim ini agar dia bisa memahami kondisi Aceh.

  • "Ini agar saya bisa memahami situasi yang sesungguhnya di Aceh," tutup Moeldoko.
(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.