TNI kirim 53 personel & bantuan ke Papua terkait wabah penyakit
Sabrar menambahkan, 53 personel Satgas itu terdiri dari Dokter Spesialis dan Paramedis.
TNI mengirimkan 53 personel Tim Medis yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan dalam rangka menanggulangi wabah penyakit di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Pasukan bantuan itu bertolak dari landasan udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
"Hari ini, Satgas Kesehatan TNI KLB (kejadian luar biasa) Asmat diberangkatkan oleh Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung menggunakan Pesawat Hercules A-1326 dari Bandara Lanud Halim Perdanakusuma," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen M Sabrar Fadhilah dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/1).
Sabrar menambahkan, 53 personel Satgas itu terdiri dari Dokter Spesialis dan Paramedis. Disamping itu juga dikirimkan obat-obatan sesuai kebutuhan, dengan prioritas vaksin penyakit campak dan difteri serta alat kesehatan.
"Selain obat-obatan dan Alkes, Satgas Kesehatan TNI KLB Asmat juga membawa logistik berupa bahan makanan siap saji sebanyak 11.100 pack untuk membantu warga Asmat yang terkena wabah penyakit," katanya.
"Disamping bantuan dari TNI, Kementerian Kesehatan juga memberikan bantuan berupa obat-obatan yang dikirim bersamaan dengan pemberangkatan Satgas Kesehatan TNI," tambahnya.
Lanjutnya, Satgas Kesehatan TNI KLB Asmat yang diberangkatkan juga memperkuat Tim Kesehatan Kodam XVII/Cenderawasih dan Pemerintah Daerah setempat yang dipusatkan di Timika.
Adapun data sementara wabah penyakit yang terjadi di Kabupaten Asmat, terdiri dari 467 anak terkena campak, 487 anak divaksin, 1.052 anak sudah di obati dan mendapat pelayanan medis.
Baca juga:
Wabah campak melanda Kabupaten Asmat, 59 balita meninggal dunia
Kemenkes dinilai lalai tangani wabah campak di Asmat
Penanganan wabah campak di Asmat terkendala akses
59 Balita di Asmat meninggal akibat campak
Sempat diduga MERS, ternyata balita 2 tahun di Jakut idap campak