Tito Karnavian sarankan pemudik pulang lebih awal demi mengurai kemacetan arus balik
Tito menyarankan para pemudik bisa mengambil cuti di tanggal 21-22, agar mengurangi kepadatan arus balik. Selain itu, dia meminta masyarakat memanfaatkan juga teknologi informasi untuk melihat kepadatan arus.
Kapolri, Jenderal Tito Karnavian mengimbau pemudik agar tidak pulang saat puncak arus balik pada 19-20 Juni, H+4 atau H+5. Tito menyarankan untuk mengambil alternatif di tanggal 17 dan 18 untuk mengantisipasi kepadatan.
"Memang kita perkirakan 19-20 Juni, oleh karena itu masyarakat tolong jangan paksakan 19-20 untuk kembali, ada alternatif tanggal 17-18, Liburan cukup panjang," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/6).
Tito menyarankan para pemudik bisa mengambil cuti di tanggal 21-22, agar mengurangi kepadatan arus balik. Selain itu, dia meminta masyarakat memanfaatkan juga teknologi informasi untuk melihat kepadatan arus.
"Karena 18-20 cuti Lebaran cuti bersama pemerintah, 21-22 cuti pribadi 23-24 adalah sabtu minggu. Jadi punya alternatif panjang untuk menentukan kembali," kata dia.
Meski begitu, Tito memastikan telah memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi di beberapa jalan yang menjadi jalur pemudik. Seperti di Cipali, jalur Nagrek, pintu tol Cikarang Utama sampai masuk ke Jakarta.
"Tapi sudah persiapkan antisipasi di pintu tol mulai dari yang di Mayaran, Jawa Tengah, Kertasari Cipali, kemudian Cikarang Utama, Nagrek dan Gentong Tasikmalaya menuju Bandung kemudian juga arus Cikarang Utama sampai masuk kembali ke Jakarta dan terpecah di jalan," kata Tito.
Dia menambahkan Polda Lampung dan Banten juga telah diperintahkan bersiap di jalur kepulangan masyarakat dari Sumatera. Seperti di Pelabuhan Bakauheni dan Merak.
"Bakauheni dan Banten Merak betul-betul kita konsentrasi untuk antisipasi kembalinya masyarakat dari Sumatra ke Jawa," kata Tito.
(mdk/idr)