Tito dicalonkan Kapolri, Budi Waseso tak pandang senior dan junior
Menurut Budi Waseso, dalam Polri tidak mengenal angkatan alias junior maupun senior.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mendukung penuh Komjen Tito Karnavian jadi calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti. Tito ditunjuk Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri melangkahi lima angkatan di atasnya.
Namun Budi Waseso menilai penunjukan Tito merupakan hal wajar. Sebab menurut dia, dalam Polri tidak mengenal angkatan alias junior maupun senior.
"Oh tidak masalah junior dan senior, kalau saya tidak ada masalah. Dan itu yang terbaik. Iya dong tidak ada masalah. Itu terbaik untuk Polri ke depan. Dalam hal ini tidak ada senior junior," kata Budi Waseso di BNN, Rabu (15/6).
Mantan Kabareskrim ini menegaskan siapapun dicalonkan menjadi Kapolri, tidak memandang predikat senior dan junior dalam kesatuan pimpinan. "Saya ingatkan pimpinan kesatuan tidak ada berkaitan dengan senior junior. Artinya kemampuan seseorang," ucapnya.
"Ya, Baguskan. Itulah pilihan keputusan Presiden yang harus kita junjung tinggi dan itulah yang tebaik dari yang baik," tutupnya.
Baca juga:
Rekaman 'papa minta saham' dan mutasi Komjen Tito jadi calon Kapolri
Tito Karnavian dianggap sudah memenuhi syarat sebagai kapolri
Badrodin sebut Tito enggan dimasukkan jadi calon Kapolri di Wanjakti
Budi Waseso: Saya dukung Pak Tito Kapolri
Badrodin Haiti: Banyak orang mengakui keunggulan Tito
PDIP: Tito bisa jadi Kapolri hingga akhir masa presiden Jokowi
NasDem nilai Komjen Tito dipilih jadi Kapolri karena paham terorisme