Titiek ingin ajaran Pak Harto soal Pancasila dihidupkan lagi di sekolah
Titiek Soeharto: Bapak selalu mengatakan Pancasila itu sudah mencakup semuanya, yang terbaik untuk bangsa kita. Kelihatannya, Pancasila sudah mulai luntur, tidak diajarkan di sekolah lagi. Padahal Pancasila buat benteng generasi muda.
Putri Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Mbak Titiek menuturkan, banyak hal-hal yang bisa dipetik dari sosok dan pemikiran ayahnya. Pesan ini disampaikannya dalam puncak acara Bulan HM Soeharto yang digelar di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII), Jakarta Timur, Minggu (11/3).
"Bapak selalu mengatakan Pancasila itu sudah mencakup semuanya, yang terbaik untuk bangsa kita. Kelihatannya, Pancasila sudah mulai luntur, tidak diajarkan di sekolah lagi. Padahal Pancasila buat benteng generasi muda," ucap Titiek seperti dilansir Liputan6.com.
Titiek berharap ajaran tersebut masih bisa diterapkan dan diajarkan kembali di sekolah. "Dengan mengerti Pancasila itu bisa membentengi dari narkoba, seks bebas. Jadi saya kira itu ajaran Pak Harto, Pancasila harus diajarkan lagi di sekolah-sekolah," ungkap Titiek.
Dia juga menyinggung stabilitas serta iklim politik di era Soeharto yang lebih terjaga dan terkendali. Titiek tak segan membanggakan zaman keemasan saat ayahnya memimpin Indonesia.
"Dalam masa kepemimpinan Bapak Soeharto, bangsa kita telah melaksanakan pembangunan yang terarah dan terukur dengan adanya GBHN. Situasi politik terkendali, ekonomi tumbuh, kebudayaan berkembang baik serta keamanan terjaga," kata Titiek.
Titiek berpesan agar pemerintah saat ini dan yang akan datang, tak segan meniru hal baik dari sosok Soeharto.
"Atau mencontoh dengan keadaan di zamannya," ucap Titiek.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Peringatan Supersemar di TMII, pelajar SMP kompak berbaju wajah Soeharto
Partai Berkarya kental nuansa Orba, Muchdi PR banggakan era Soeharto
Targetkan 78 kursi DPR, Partai Berkarya bakal 'jual' sosok Soeharto di Pemilu 2019
Mimpi buruk saat Indonesia ikuti saran IMF
Romantisme orde baru dan Soeharto baru bisa dibuktikan saat Pemilu