Tiru Singapura, JK Ingin Rumah Sakit Indonesia juga Jadi Wisata Kesehatan
JK membandingkan rumah sakit yang ada di Indonesia dengan di Singapura. Sebab itu, ia berharap rumah sakit di Indonesia tidak hanya sebagai tempat rujukan untuk orang sakit, tetapi juga sebagai industri atau wisata kesehatan seperti di Singapura.
Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan gedung Grand Afiat di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor, Senin (29/4). Dalam kesempatan itu, JK membandingkan rumah sakit yang ada di Indonesia dengan di Singapura. Sebab itu, ia berharap rumah sakit di Indonesia tidak hanya sebagai tempat rujukan untuk orang sakit, tetapi juga sebagai industri atau wisata kesehatan seperti di Singapura.
"Coba, Pak SBY sudah berapa lama di Singapura. Kalau lihat di koran-koran, makin banyak orang terkenal yang meninggal di Singapura dari pada di Jakarta," kata JK.
JK mengatakan, fasilitas kesehatan merupakan bagian integral dari tingkat kesehatan di suatu daerah.
Sebab itu, ia pun menekankan tiga poin penting terhadap rumah sakit di Indonesia dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, yaitu pelayanan, teknologi dan keahlian medis.
"Meningkatkan pelayanan, karena masyarakat selalu minta pelayanan yang terbaik dari rumah sakit. Untuk itu saya selalu katakan tiga hal, dokter yang baik, teknologi yang baik dan layanan baik," sebut JK.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit PMI Bogor Yuliantini mengatakan, pembangunan Grand Afiat merupakan salah satu upaya penunjang berbagai kebutuhan masyarakat masa kini.
Grand Afiat akan menjadi 'One Stop Health Service and Lifestyle' yang merupakan latar belakang didirikannya Grand Afiat RS PMI Bogor.
Selain itu, akan ada penambahan beberapa spesialis pada kedokteran gigi dan sub spesialis, seperti fetomaternal, onkologi serta konsulen ginjal. Selain klinik khusus seperti klinik tumbuh kembang, klinik perawatan luka dan klinik nyeri.
"Ke depan diharapkan Grand Afiat tidak hanya diperuntukan bagi orang yang memerlukan pengobatan untuk kesehatannya, namun juga untuk orang-orang yang ingin mempertahankan kesehatannya," pungkas Yulianti.
(mdk/cob)