Tinju sang murid buat Dasrul bikin kemelut
Seperti pepatah, kalah jadi abu, menang jadi arang.
Mungkin tak pernah terbayang di benak Dasrul (52) kejadian itu. Setelah bertahun-tahun mengajar, dia dianiaya oleh murid dan orang tuanya.
Guru mata pelajaran gambar teknik di SMKN 2, Kelurahan Manuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, dihajar oleh muridnya, MAS (15), dan ayahnya, Adnan Achmad (43). Insiden terjadi pada Rabu (10/8) lalu.
Dasrul mengatakan, pengeroyokan bermula ketika dia menegur MAS lantaran tidak membawa alat praktik gambar, seperti ditugaskan kepada pelajar lainnya.
"Anak itu tidak terima saat ditegur. Kemudian dia keluar masuk ruangan kelas dan hendak ke kantin. Saya tegur lagi, anak ini melotot, keluarkan kata kotor dan menendang pintu. Saya refleks menampar. Anak itu keluar ruangan dan menelepon orang tuanya. Bukti anak ini sedikit nakal dari yang lain karena dia bawa ponsel, padahal itu tidak diperkenankan di sekolah," kata Dasrul.
Tak berapa lama, siswa kelas 2 jurusan arsitek itu datang bersama ayahnya. Saat itu Dasrul akan ke ruang kepala sekolah mengurus sesuatu. Tiba-tiba datang MAS dan berteriak. Ayah dan anak itu kemudian langsung meninju wajah sang guru.
Tinju dua kali melayang ke hidung Dasrul, membuat darah banyak keluar. Setelah mengeroyok, keduanya kabur saat dihampiri oleh para murid lainnya. Adnan mengaku spontan memukul Dasrul, tapi dia membantah jika anaknya ikut memukul.
"Saya spontan memukul. Siapa yang tidak kesal kalau anaknya dipukul," ucap Adnan.
Setelah tumbang dikeroyok, Dasrul mendatangi Mapolsek Tamalate. Dengan baju ternoda bercak darah akibat penganiayaan, dia melaporkan kejadian itu.
Kapolsek Tamalate, Kompol Azis Yunus, menyatakan saat kejadian beruntung anggota Binmas berada tidak jauh dari sekolah. Alhasil tidak sempat terjadi aksi massa terhadap anak dan ayahnya itu oleh murid lainnya.
"Kita sudah tetapkan sebagai tersangka ayah dan anak ini. Kita kenakan pasal pengeroyokan yakni pasal 170 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara," kata Azis.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kata Azis, kedua ayah dan anak itu ditahan. Dasrul kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Karena setelah dikeroyok, membuat sistem pernapasan guru ini terganggu.
Hanya saja, Adnan Achmad ayah dari siswa MAS tak mau kalah. Dia melaporkan balik sang guru. Padahal, Adnan juga jebolan sekolah itu.
Kepala Sekolah SMKN 2, Chaidir Maja, membenarkan tindakan Dasrul bersikap keras kepada MAS. Sebab, perilaku sang murid dianggap kelewat batas. Menurut Chaidir, selama ini rekam jejak MAS juga ada cela. Dia naik kelas tetapi sebagai bentuk percobaan.
Menurut siswa kelas 2 SMKN 2, Andi Muhammad Galib (15), MAS adalah siswa bermasalah. Dia kerap bolos dan pernah ketahuan merokok.
Ketua PGRI Sulsel, Wasir Thalib, mengaku tak habis pikir dengan tabiat ayah dan anak itu. Padahal menurut dia, ayah dari MAS juga pernah bersekolah di SMKN 2.
"Kita sangat terpukul. Ini pukulan luar biasa bagi guru dan kita akan kawal proses hukumnya di Polsek Tamalate. Kita sudah siapkan lawyer atau penasehat hukum untuk mendampingi guru Dasrul, yang telah masukkan laporan polisi pasca kejadian," kata Wasir.
Baca juga:
Keroyok guru, siswa dan ayahnya resmi jadi tersangka
Siswa pengeroyok guru di Makassar terancam dikeluarkan dari sekolah
Guru dikeroyok murid dan orang tua, PGRI Sulsel siapkan tim hukum
Meme lucu siswa pukul guru, isinya nyelekit
Siswa pengeroyok guru di Makassar dikenal nakal
Wali kelas sebut kelakuan Adnan dan anaknya sama-sama minus