Tinjau Vaksinasi di Rembang, Ganjar Minta Guru Ingatkan Siswa Disiplin Prokes
"Sakit tidak divaksin?" tanya Ganjar.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sempat melihat anak-anak sedang bermain tanpa mengenakan masker saat mengunjungi pelaksanaan vaksin di SD Kutoharjo, Rembang. Ganjar meminta guru untuk mengingatkan kedisiplinan anak-anak dalam protokol kesehatan.
"Yang gini-gini yang harus dikontrol. Anak-anak tidak sadar. Dia tidak sadar. Tidak pakai masker. Main. Nanti yang akan menjadi masalah penularan. Tolong gurunya juga mengawasi," kata Ganjar, Jumat (4/2).
Ganjar juga langsung berkomunikasi dengan anak-anak tersebut mengingatkan untuk disiplin protokol kesehatan, memakai masker khususnya.
"Halo anak-anak. Dengerin dulu ya. Karena ada varian omicron. Maka anak-anak harus prokes. Oke. Maskernya jangan dilepas. Kalau main-main maskernya tidak boleh dilepas," kata Ganjar.
Mendengar nasehat itu, pada anak-anak itu langsung bergegas mengenakan masker. Selain berbincang dengan anak-anak SD, Ganjar juga menanyakan proses vaksinasi.
"Sakit tidak divaksin?" tanya Ganjar.
"Tidak," jawab siswa-siswa SD. Ganjar membalas dengan ancungan jempol.
Dia kemudian meninjau di ruang kelas. Melihat vaksinasi para siswa dan tenaga pendidik.
Di luar kelas emak-emak menyapa Ganjar. "Sehat geh bu? Sampun disuntik bu? Kalau sudah dua, sekali lagi ya. Jadi tiga," kata dia.
Sebelumnya, Ganjar mengatakan, vaksinasi adalah salah satu cara untuk melindungi masyarakat dari sebaran Covid-19. Apalagi, Kasus positif Covid-19 mulai meningkat sejak awal Januari 2022. Hari ini, Rabu (2/2), kasus Covid-19 kembali meningkat, yakni 17.895 sehingga totalnya menjadi 4.387.286.
Untuk itu, pihaknya terus menggenjot vaksinasi, termasuk vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun.
"Ini ikhtiar kita untuk melindungi anak-anak kita dari penyebaran virus Covid-19. Kita tingkatkan terus vaksinasi ini, agar anak-anak bisa bermain dan belajar dengan aman," tuturnya.
Ganjar juga berpesan pada seluruh masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan kepada guru, masyarakat dan siswa yang ada di sana, bahwa varian baru Covid-19 yakni Omicron sudah melanda Jawa Tengah.
"Saya titip panjenengan semua tetap taat protokol kesehatan. Maskernya jangan sampai nggak dipakai. Ingat, Covid-19 belum selesai," pungkasnya.