Tinjau pelatnas di GBK, Menpora semangati dan memotivasi para atlet
Asian Games tinggal menghitung hari, Menpora Imam Nahrawi gencar lakukan peninjauan pemusatan latihan nasional (pelatnas) di beberapa venue Gelora Bung Karno, Kamis (9/8). Salah satunya venue softball putri.
Asian Games tinggal menghitung hari, Menpora Imam Nahrawi gencar lakukan peninjauan pemusatan latihan nasional (pelatnas) di beberapa venue Gelora Bung Karno, Kamis (9/8). Salah satunya venue softball putri.
Dalam perbincangannya bersama para atlet softball putri Menpora langsung menanyakan kabar dan keluhan-keluhan yang dirasakan para atlet softball jelang pertandingan nanti.
"Gimana ada yang mau disampaikan enggak?" katanya.
Timnas softball putri mengeluhkan kendala peralatan yang masih tertahan karena urusan bea dan cukai. Mendengar keluhan itu, Menpora berjanji akan segera menyelesaikannya.
Salah satu atlet softball Syehan Hana Rahmi mengatakan persiapan menjelang Asian Games timnya sudah siap. Meski hasil turnamen Asia Cup saat melawan Filipina kurang memuaskan bagi Indonesia, hal itu menjadi pembelajaran bagi skuad softball putri sehingga di Asian Games nanti lebih baik lagi hasilnya.
Menpora tinjau pelatnas di GBK ©2018 Merdeka.com
"Persiapan sudah cukup. Teman-teman pun sudah bisa improve, sudah banyak kenaikan. Target di Asian Games bermain baik dan pastinya membawa nama baik Indonesia," katanya.
Hana mengaku untuk Asian Games 2018 ini timnya tidak menargetkan medali apapun. Namun yang terpenting adalah timnya dapat mengalahkan rivalnya yaitu Hongkong.
Setelah menemui atlet softball putri, Menpora juga menghampiri timnas baseball putra untuk menyemangati dan memotivasi para atlet agar dapat memberikan yang terbaik di Asian Games.
Menpora pun mengakhiri peninjauannya di venue Squash GBK. Di sana, Menteri asal Bangkalan Madura ini menjajal bermain squash bersama para atlet. Ia terlihat menikmati dan lihai dalam permainan tersebut.
Menpora tinjau pelatnas di GBK ©2018 Merdeka.com
"Kita hanya ingin meneguhkan tekad dan semangat para atlet squash, di mana melihat dari sisi venue ini adalah venue terbaik yang kita miliki. Tinggal bagaimana kemudian kelebihan tim kita yang mendahului dibanding tim-tim lain merasakan bermain di sini. Ini harus betul-betul menjadi semangat baru," jelas Imam.
Secara keseluruhan, ia menilai venue-venue yang ada di kawasan GBK ini sudah siap semua. Lalu, kelengkapan peralatan yang dimiliki atlet terus disempurnakan satu per satu.
"Menuju ke hari H itu ibaratnya orang mau resepsi pernikahan selalu ada saja pernak-pernik yang disempurnakan, saya kira itu hal yang wajar. Semuanya sudah ada hanya saja belum sampai ke atlet. Intinya enggak ada masalah, tinggal motivasi dan semangat," katanya.
Ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan agar psikologi dan semangat para atlet berada dalam posisi puncak agar dapat memberikan yang terbaik di Asian Games nanti.
Baca juga:
Sambut Asian Games, Menpora dan sejumlah pejabat gowes Sepeda Nusantara
Menpora harap lewat Gala Desa 2018 lahirkan atlet-atlet hebat
Kemenpora akan perluas pelatihan kewirausahaan pemuda di kabupaten/kota
Capai kesepakatan, aksi jalan kaki atlet difabel Bandung-Jakarta dibatalkan
Menpora: Semua pihak antisipasi faktor non teknis bagi atlet