Tinjau IPAL Bojongsoang, Luhut Puji Ide Ridwan Kamil
Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang masuk dalam Program Citarum Harum, Selasa (15/3). Dia memuji ide Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tentang kemungkinan pembuatan panel surya di lokasi IPAL.
Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang masuk dalam Program Citarum Harum, Selasa (15/3). Dia memuji ide Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tentang kemungkinan pembuatan panel surya di lokasi IPAL atau kolam retensi di berbagai tempat, seperti di atas air Danau Retensi Cieunteung dan Danau Andir.
"Ide Gubernur (Ridwan Kamil) hebat, membuat solar panel (di atas air) 85 ha (luas total), Pak Dadang (Bupati Kabupaten Bandung) punya 48 hektare. Dari dua ini saja 100 Megawatt bisa listrik yang bersih dihasilkan. Melahirkan carbon credit, ini tadi carbon creditnya bisa USD 10,4 juta angka yang besar," ujarnya seusai peninjauan.
Listrik tersebut bisa dimanfaatkan untuk pabrik-pabrik yang ada di sekitar. Ke depan, ia yakin wilayah di kawasan Sungai Citarum bisa berubah menjadi lebih baik.
Peninjauan itu juga dihadiri perwakilan dari Bank Dunia. Luhut menyebut mereka tertarik mendanai seluruh program Citarum Harum. "Mereka seneng. Mereka (akan mendanai) USD100 juta untuk Citarum Harum," sebutnya.
Minta Rakyat Menurut
Luhut juga meminta rakyat untuk menurut dalam setiap kebijakan pemerintah. Salah satunya terkait pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang masuk dalam Program Citarum Harum.
"Yang saya minta rakyat nurut. Gak mungkin pemerintah itu bikin yang jelek," kata dia.
Program Citarum Harum ini sudah berjalan empat tahun sejak Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum ditandatangani Presiden RI.
Luhut menyebut program ini sudah mengurangi kondisi banjir dampak hujan deras. Saat ini, inovasi terus dilakukan, termasuk mengatasi limbah dan memberikan kebermanfaatan lanjutan untuk masyarakat sekitar.
"Kunjungan ini merupakan salah satu bagian dari Program Citarum Harum. Dari laporan yang saya terima, tingkat kebersihan Sungai Citarum, termasuk penekanan banjirnya, sudah mencapai 80 persen. Sisa 20 persen lagi," ujar Luhut.
Limbah 100 Persen Bersih saat Dibuang
Sementara itu, Ridwan Kamil menilai kehadiran IPAL memberikan kebermanfaatan tidak hanya bagi warga Kota Bandung, tetapi untuk warga yang tinggal di wilayah cekungan Bandung, seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, bahkan hingga Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang hingga Kabupaten Bandung Barat.
IPAL itu merupakan program Citarum Harum yang limbahnya telah diolah, sehingga sudah dinyatakan 100 persen bersih saat dibuang ke Sungai Citarum.
"Walau asetnya milik (Pemerintah) Kota (Bandung), kebermanfaatan itu tidak hanya untuk Kota Bandung. Ini kan wilayahnya kabupaten, maka nanti lokasi ini koordinasi gubernur harus memberi manfaat bagi lima wilayah di Cekungan Bandung," ungkap Ridwan Kamil.
Limbah yang dihasilkan IPAL Bojongsoang diklaim sudah 100 persen bersih saat dibuang ke Sungai Citarum.
(mdk/yan)