Tingkat okupansi hotel tetap tinggi meski Solo diguncang bom
Tamu yang menginap tidak terpengaruh. Solo tetap aman, nyaman, tidak perlu takut ada teroris.
Bom bunuh diri yang mengguncang Mapolresta Solo, Selasa (5/7) pagi tak menyurutkan minat wisatawan berkunjung ke Kota Batik. Terbukti, tingkat okupansi hotel di Solo masih cukup tinggi. Di sejumlah hotel bahkan sudah kehabisan kamar. Sementara hotel lainnya tingkat keterisian kamarnya masih tinggi.
General Manager The Sunan Hotel Solo Retno Wulandari mengatakan okupansi hotelnya mencapai 70 persen. Menurut Retno, sejauh ini tidak ada satupun kegiatan yang dibatalkan di The Sunan Hotel.
"Okupansi hotel kami saat ini 70 persen besok Lebaran 85 persen. Ada beberapa event yang akan dilakukan antara lain reuni dan halal bihalal. Tamu yang menginap di sini juga tidak terpengaruh. Solo tetap aman, nyaman, tidak usah takut ada teroris," ujarnya.
Public Relations Novotel Hotel Solo, Tiwik Widowati menuturkan hal sama. Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Solo tak berpengaruh terhadap tamu di hotelnya. Okupansi hari ini mencapai 87 persen, bahkan untuk besok hingga tanggal 9 mendatang okupansinya mencapai 100 persen.
"Sekarang okupansinya 87 persen, besok full booked sampai tanggal 9," katanya.
Untuk menambah kenyamanan tamu, pihaknya juga meningkatkan pengamanan hotel. Yakni dengan menambah personel pengamanan. "Kami ada security khusus, jumlahnya kami lipat gandakan. Penjagaan diperketat di setiap akses masuk dan keluar hotel," jelasnya.
Baca juga:
Takbiran di Jakarta siaga 1, polisi berjaga dengan senjata lengkap
Bom di Mapolresta Solo, Paskhas TNI AU amankan Bandara Adi Soemarmo
Kapolda Metro Jaya: Perketat markas kita, dari polsek sampai asrama
Tito Karnavian sebut bomber Solo termotivasi ISIS
Pasca bom di Mapolresta Solo, Polda Bali lipat gandakan kekuatan
Polisi sebut Nur Rohman incar aparat apel pagi di Mapolresta Solo
Jenazah bomber Mapolresta Solo diautopsi di RS Bhayangkara