LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tim Satgas Mafia Sepakbola Disebar hingga ke Polda Se-Nusantara

13 Wilayah tersebut mencakup DKI Jakarta, Sumatera, Bali, Jawa, Kalimantan, dan Papua.

2019-08-12 20:15:00
mafia sepakbola
Advertisement

Ketua Tim Media Satgas Anti-Mafia Bola Jilid II Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan, Tim Satgas Mafia Bola Jilid II diperluas hingga 13 wilayah dalam penyelenggara Liga 1 Indonesia. 13 Wilayah tersebut mencakup DKI Jakarta, Sumatera, Bali, Jawa, Kalimantan, dan Papua.

"Ada liga 1 Indonesia yang bergulir, nanti dari tim Satgas Antimafia Bola itu ada 13 wilayah yang kita perluas. Kalau kemarin kita hanya di Jakarta saja. Ada beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/8).

Nantinya, tim satgas di wilayah itu akan dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda setempat dan dibantu oleh PSSI. Dalam hal itu, tim akan mengadakan rapat pada 14 Agustus mendatang.

Advertisement

"Kami juga tim Satgas Antimafia akan menyamakan persepsi, nanti akan dilakukan rapat ya antara Dir Reskrimum yang ada di 13 wilayah itu dengan Satgas Antimafia dari pusat," ujar Argo.

Sebelumnya, Kepolisian melanjutkan penyelidikan kasus mafia bola. Di bawah pimpinan Brigjen Hendro Pandowo, Satgas Antimafia Bola Jilid II sudah mulai bekerja sejak 6 Agustus lalu mengawasi pertandingan sepakbola di Indonesia.

"Satgas Antimafia bola jilid II ini akan mulai berjalan sejak kemarin tanggal 6 Agustus 2019 dan akan berjalan selama 4 bulan ke depan. Satgas ini masih dipimpin oleh Pak Brigjen Hendro Pandowo," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Gedung Divisi Humas Polri, JakartaSelatan, Kamis (8/8).

Advertisement

Dedi menyebut, Satgas Antimafia Bola kembali dibentuk karena banyaknya apresiasi dari masyarakat yang ingin agar persepakbolaan di Indonesia bisa berjalan dengan bersih atau tak adanya sogokan.

"Hal ini dimunculkan lagi karena adanya apresiasi dari masyarakat Indonesia yang menghendaki bahwa persepakbolaan Indonesia khususnya di liga 1 yang akan digelar tahun ini harus betul-betul terselenggara dengan bersih, bermartabat dan berprestasi," ujarnya.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.