Tim SAR Perluas Pencarian Nenek Hilang di Hutan Bondowoso Sejauh 6 Km
Tak Cuma keberadaan sang nenek. Bahkan tanda-tanda atau jejak yang diduga ditinggalkan oleh Nenek Aryami, juga belum diketemukan oleh tim pencari. "Kemarin, hari Jumat adalah pencarian hari keempat. Kita sudah menyusuri semua area perbukitan, tapi tetap nihil," jelas Rudi.
Berbagai upaya terus digiatkan untuk mencari Bunadi Maryami, seorang nenek yang hilang di hutan. Nenek kelahiran tahun 1931 tersebut diperkirakan hilang di hutan yang ada di kawasan Bukit Tongguk, sekitar Desa Trotosari Kecamatan Tlogosari Bondowoso.
Sejak dinyatakan hilang awal pekan ini, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Karena itu, Basarnas Pos Jember yang mengkoordinasi operasi pencarian, memperluas area pencarian.
"Semula, kami tim SAR Gabungan Basarnas Pos Jember, membagi empat kuadran lokasi SAR dengan luas pencarian sekitar 6 kilometer. Namun kini diperluas hingga sampai ke bukit di sektiar desa Sulek, sudah ke ujung barat Bukit Tongguk, namun masih nihil," tutur Komandan Search Rescue Unit (Dan SRU) Basarnas Pos Jember, Rudi Prahara, saat dikonfirmasi.
Tak Cuma keberadaan sang nenek. Bahkan tanda-tanda atau jejak yang diduga ditinggalkan oleh Nenek Aryami, juga belum diketemukan oleh tim pencari. "Kemarin, hari Jumat adalah pencarian hari keempat. Kita sudah menyusuri semua area perbukitan, tapi tetap nihil," jelas Rudi.
Survivor Nenek Aryami dinyatakan hilang sejak Senin (9/9.) kemarin. Berdasarkan keterangan saksi, terakhir, Nenek Aryami pergi bersama warga lainnya, Ibu Ningrum ke areal perbukitan. Mereka berangkat ke bukit sekitar Pukul 08.00 Wib untuk mencari Kacang Tunggak, salah satu jenis makanan yang tumbuh liar. Memasuki siang hari, Ningrum mengajak Maryami pulang. Tapi ditolak, karena masih ingin mencari kacang lebih banyak lagi.
Hingga sore sekitar pukul 16.00 Wib, Nenek Maryami belum juga pulang. Warga pun memutuskan untuk mencari dengan areal dan tenaga terbatas. Namun belum ditemukan hingga malam hari. Karena itulah, pada Selasa pagi, pihak keluarga melaporkan peristiwa tersebut ke kepala desa yang kemudian langsung diteruskan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Bondowoso yang lalu diteruskan ke Basarnas.
Mendapat laporan tersebut, dibentuklah tim SAR gabungan yang dikomando oleh Basarnas Pos Jember. Hingga Sabtu (14/9) ini, operasi pencarian sudah memasuki hari kelima. Sesuai SOP, jika selama tujuh hari belum juga ditemukan, maka Basarnas akan memberhentikan proses pencarian. "Tersisa dua hari, kita akan optimalkan terus," pungkas Rudi.
Baca juga:
Dilaporkan Hilang, Umayah Ternyata Korban Kecelakaan di Tol Cipularang
Hilang di Musdalifah, Taspirin Diduga Lupa Pakai Gelang Jemaah Haji Usai Wudu
2 Nelayan Hilang saat Memancing di Pantai Tanah Lot
Taspirin, Jemaah Haji Asal Palembang Hilang di Muzdalifah Sejak 2 Minggu Lalu
Lima ABK WNI Dilaporkan Hilang di Perairan Taiwan