Tim SAR Intensifkan Pencarian Dua Mahasiswa Hanyut di Bendungan Indramayu
Dua mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu hilang terseret arus saat arung jeram di Bendungan Karet Bangkir. Tim SAR Bandung kini fokus pada pencarian mahasiswa hanyut Indramayu yang masih belum ditemukan.
Tim SAR gabungan tengah gencar melakukan operasi pencarian terhadap dua mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu yang dilaporkan hilang. Keduanya terseret arus deras saat mengikuti kegiatan arung jeram di Bendungan Karet Bangkir, Indramayu, Jawa Barat, pada Sabtu siang. Insiden tragis ini terjadi ketika perahu karet yang mereka tumpangi terhempas kuat oleh arus sungai yang tak terduga.
Kejadian bermula saat tujuh mahasiswa melakukan arung jeram dari Bendungan Legok menuju Bendungan Karet Bangkir. Saat perahu terbalik, lima mahasiswa terjatuh ke air, namun tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri. Sayangnya, dua mahasiswa lainnya terseret arus sungai dan hingga kini belum ditemukan keberadaannya.
Kantor Pencarian dan Pertolongan atau SAR Bandung segera merespons laporan kejadian tersebut. Satu tim rescue dari Pos SAR Cirebon langsung diberangkatkan ke lokasi untuk memulai upaya pencarian intensif. Proses pencarian ini melibatkan berbagai pihak guna memastikan penemuan korban secepat mungkin.
Kronologi Insiden Arung Jeram di Indramayu
Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu siang, saat sekelompok mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu sedang menikmati kegiatan arung jeram. Mereka memulai perjalanan dari Bendungan Legok dengan tujuan akhir Bendungan Karet Bangkir. Kegiatan ini merupakan bagian dari rekreasi atau kegiatan kampus yang melibatkan sejumlah peserta.
Menurut Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, perahu karet yang ditumpangi tujuh mahasiswa itu menghadapi masalah serius. "Saat berada di lokasi bendungan, perahu karet yang mereka tumpangi terhempas arus sungai hingga menyebabkan lima mahasiswa terjatuh ke air," jelas Ade Dian Permana. Dua mahasiswa lainnya berhasil tetap bertahan di perahu.
Dari lima mahasiswa yang terjatuh, tiga di antaranya berhasil selamat dan naik ke tepi sungai. Namun, dua mahasiswa lainnya tidak seberuntung itu dan langsung terseret arus sungai yang deras. Kejadian ini menjadi fokus utama pencarian tim SAR, mengingat kondisi sungai yang cukup menantang.
Pencarian mahasiswa hanyut Indramayu ini menjadi prioritas utama bagi tim gabungan. Mereka menyisir setiap sudut sungai dan area sekitar bendungan. Harapan besar disematkan agar kedua mahasiswa dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Upaya Pencarian dan Tim Gabungan
Menanggapi laporan kehilangan dua mahasiswa, Kantor SAR Bandung segera mengambil tindakan cepat. Satu tim rescue khusus dari Pos SAR Cirebon telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memulai operasi pencarian. Tim ini dilengkapi dengan peralatan yang memadai untuk menyisir area perairan.
Ade Dian Permana menegaskan bahwa timnya langsung bergerak setelah menerima informasi. "Begitu menerima laporan, kami langsung memberangkatkan tim rescue dari Pos SAR Cirebon untuk melakukan pencarian," katanya. Proses pencarian ini dilakukan secara menyeluruh di sepanjang aliran sungai.
Pencarian mahasiswa hanyut Indramayu ini tidak hanya melibatkan personel SAR, tetapi juga unsur gabungan lainnya. Polair Polres Indramayu turut serta dalam operasi ini, memberikan dukungan dan keahlian dalam pencarian di perairan. Selain itu, bantuan dari warga sekitar juga sangat berarti dalam memperluas jangkauan pencarian.
Hingga Sabtu sore, operasi pencarian masih terus berlangsung tanpa henti. Tim SAR gabungan tetap siaga penuh di lokasi, berupaya keras untuk menemukan kedua mahasiswa yang hilang. Mereka berkomitmen untuk melanjutkan pencarian hingga menemukan titik terang keberadaan korban.
Koordinasi yang solid antara berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses penemuan. Kondisi cuaca dan arus sungai menjadi tantangan tersendiri dalam operasi ini, namun semangat tim tidak pernah surut.
Sumber: AntaraNews