Tim SAR dengar sinyal 'ping' dari CVR black box Lion Air PK-LQP
Tim SAR mendapatkan sinyal 'ping' yang diduga berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) milik Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang. Sebelumnya, tim telah menemukan Flight Data Recorder (FDR) dalam black box pesawat yang mampu mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.
Tim SAR mendapatkan sinyal 'ping' yang diduga berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) milik Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang. Sebelumnya, tim telah menemukan Flight Data Recorder (FDR) dalam black box pesawat yang mampu mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.
Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi mengatakan sinyal yang didengar tim sangat lemah. Saat ini, para anak buahnya itu tengah mencari keberadaan CVR itu.
"Tadi pagi kita sudah mendengar suara ping yang satu, walau agak lemah, tidak jauh dari kapal Victory, ada di bagian buritan, jaraknya sekitar 50 meter. Penyelam sedang cari di tempat itu untuk bisa temukan," kata Syaugi di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11).
Katanya, apabila nanti ditemukan akan lengkap seluruh penemuan black box. Selain itu, tim juga masih berupaya mencari korban-korban.
"Mudah-mudahan itu sudah bisa temukan, sehingga black box lengkap baik FDR-CVR. Baik korban-korban jika masih ada. Saat ini lagi dilihat lagi. Di sana ada satu kantong lagi lagi on the way," ujarnya.
Dalam tugas ini, Syaugi mengklaim menurunkan 100 penyelam lebih dari berbagai stakeholder.
"Tim penyelam ini banyak sekali di atas 100 penyelam. Jadi saya mengatur dan membagi lokasi penyelaman, tidak bisa penyelam ini bebas menyelam," pungkasnya.
Baca juga:
Hari ke-6 pencarian, Tim SAR temukan turbin dan roda Lion Air PK-LQP
Usai tragedi Lion Air, Mahkamah Penerbangan harus dibentuk
YLKI: Kemenhub lembek kepada Lion Air
Penampakan puing-puing di dasar laut area pencarian Lion Air
Tim SAR Lion Air yang tewas banyak bantu angkat mayat dari dasar laut
Kepala Basarnas ungkap kronologi tewasnya penyelam saat cari korban Lion Air