Tim Saber Pungli telusuri praktik pungutan liar di Rutan Pekanbaru
Tim Saber Pungli telusuri praktik pungutan liar di Rutan Pekanbaru. Pungutan Liar disebut-sebut sebagai salah satu akar persoalan kerusuhan yang berujung kaburnya 448 narapidana.
Ketua Pelaksana Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Komjen Pol Dwi Priyatno akan menerjunkan timnya untuk menyelidiki dugaan terjadinya pungutan liar di rumah tahanan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Pungutan Liar disebut-sebut sebagai salah satu akar persoalan kerusuhan yang berujung kaburnya 448 narapidana.
Dwi Priyatno menjelaskan, anggota Satgas Saber Pungli akan diberangkatkan Selasa (9/5) ke rutan Sialang Bungkuk. Meski baru berangkat besok, Satgas Saber Pungli telah melakukan penyelidikan awal terhitung hari ini.
"Ya besok kita kirim tim ke sana. Saya sudah komunikasi dengan Kapolda Riau, beliau sudah komunikasi dengan Irwasda yang juga ketua UPP saber pungli. (Penyelidikan) sudah mulai, sudah mulai," kata Dwi di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (8/5).
Irwasum Polri ini menambahkan, kerusuhan dan kaburnya narapidana di rutan itu disebabkan banyak hal. Dwi mengakui pungutan liar sebagai faktor utama. Maka dari itu, Satgas Saber Pungli akan mendalami dugaan pungutan liar. Dwi menjelaskan ada empat anggotanya yang terbang ke Riau dan akan bergabung dengan tim lainnya.
"Banyak penyebabnya tahanan lari, karena (kelebihan) kapasitas dan sebagainya. Salah satunya lagi terkait pungutan liar titik beratnya, oleh sebab itu kita dalami."
Seperti diketahui, kabar adanya praktik pungutan liar di rutan Pekanbaru membuat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly geram. Saking marahnya, Yasonna sampai menggebrak meja berkali-kali saat mengetahui praktik pungutan liar dan pemerasan menjadi pemicu kaburnya ratusan tahanan. Dia mengatakan sudah berkali-kali memperingatkan agar praktik pungli dan pemerasan di rutan maupun lembaga pemasyarakatan, untuk diberantas.