LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Tasik Curhat Insentif Belum Cair di Baju Hazmat

"Sejak awal mengurus jenazah Covid-19, belum sekalipun insentif cair. Padahal yang lain sudah, seperti tenaga medis," sebut Yuli, Kamis (20/8).

2020-08-20 15:49:11
Covid-19
Advertisement

Para petugas Pemulasaran jenazah Covid-19 di RSUD dr Soekadjo Kota Tasikmalaya dikecewakan oleh pihak rumah sakit karena belum menerima insentif sejak awal mengurus jenazah.

Mereka pun meluapkan kekecewaan mereka dengan menuliskan isi hatinya di baju hazmat saat mengurus jenazah salah satu pasien suspek Covid-19.

Dari foto yang diterina merdeka.com, dalam baju hazmat mereka, terdapat tulisan-tulisan seperti "KERJA TANPA UPAH", "KAPAN KAMI CAIR", "IRAHA (KAPAN) CAIR INSENTIF?, "PERHATIKAN KAMI", "ENGGAL CAIR HOYONG KAWIN (CEPAT CAIR MAU MENIKAH)".

Advertisement

Yuli Rahman, salah satu petugas pemulasaran jenazah di RSUD dr Soekardjo menyebut bahwa tulisan tersebut memang sebagai bentuk meluapkan kekecewaan kepada pemerintah.

"Sejak awal mengurus jenazah Covid-19, belum sekalipun insentif cair. Padahal yang lain sudah, seperti tenaga medis," sebut Yuli, Kamis (20/8).

Dari informasi yang diterima Yuli, selain petugas pemulasaran jenazah, petugas ambulans pun insentifnya diketahui belum cair. Untuk petugas medis, seperti dokter dan perawat sudah mendapatkan insentif dari kasus Covid-19 yang ditangani.

Advertisement

"Kita berharapnya ya agar cepat cair lah, karena itu juga hak kita. Cobalah ingat lagi kontribusi kita. Kita ini sejak awal kasus belum pernah menerima insentif sepeser pun," katanya.

Sementara itu, petugas lainnya yang namanya enggan disebutkan, menyebut bahwa tim pemulasaran jenazah di RSUD dr Soekardjo berjumlah 10 orang. Tim itu sendiri memiliki tugas untuk mengurus hingga memakamkan jenazah pasien Covid-19 sejak April 2020. Kalau dihitung, setidaknya tim tersebut sudah menangani 10 jenazah.

"Tim pemulasaran jenazah pasien Covid-19 di RSUD dr Soekardjo dijanjikan akan diberikan insentif sebesar Rp 500.000 setiap menangani satu kasus, tapi sampai sekarang janjinya belum ditepati. Kita sebetulnya sudah ngomong ke manajemen rumah sakit, tapi baru janji saja yang kami dapat," sebutnya.

Baca juga:
Jadi Zona Oranye, Pemkot Serang batalkan Belajar Tatap Muka
GMNI Sayangkan Aksi Deklarasi KAMI, Tak Terapkan Protokol Kesehatan
Nestapa Sopir Jeepney Filipina Terpukul Pandemi Corona
Survei Indikator: 40,8% Nilai Rapid Test Tak Efektif Identifikasi Awal Cegah Covid-19
WHO Sebut Rasio Kematian 0,6 Persen Akibat Covid-19 Cukup Tinggi
Satgas: Kasus Aktif Covid-19 Hari Ini 40.119
Jakarta Catat Penambahan Kasus Positif Covid-19 Terbanyak, 724 Pasien

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.