LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tim hukum sebut polisi cuma melakukan CT Scan jenazah Siyono

"Kami tidak mengatakan polisi berbohong, tapi siapa yang membohongi Kapolri?" kata Trisno.

2016-04-13 14:16:58
Teroris Siyono
Advertisement

Tim Pembela Kemanusiaan yang merupakan tim hukum yang mendampingi keluarga terduga teroris Siyono, memastikan ada kejanggalan terkait pernyataan Polri yang pernah melakukan autopsi terhadap jenazah Siyono. Sebab dari keterangan tim dokter forensik yang melakukan autopsi, tidak ditemukan tanda-tanda jenazah pernah diautopsi sebelumnya.

Ketua Tim Pembela Kemanusiaan, Trisno Raharjo mengatakan pihaknya juga menemukan surat keterangan penyebab kematian yang diterima keluarga dari kepolisian. Dalam surat tersebut tidak ada keterangan jika jenazah Siyono pernah diautopsi.

"Kapolri pernah statement, mempersilakan autopsi ulang. Padahal itu belum pernah diautopsi, itu keterangan dari tim forensik yang kemarin melakukan autopsi. Di surat keterangan penyebab kematian juga tidak ada keterangan sudah diautopsi," katanya pada wartawan, Yogyakarta, Rabu (13/4).

Dalam surat keterangan penyebab kematian diketahui jenazah Siyono hanya diperiksa luar saja. Hal tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Kapolri.

"Yang dilingkari hanya pemeriksaan luar. Polisi pernah menunjukkan hasil CT Scan, itu bukan autopsi, CT Scan hanya pemeriksaan luar," ujarnya.

Selain itu, pemeriksaan luar yang dilakukan oleh kepolisian juga dinyatakan jauh di bawah standar untuk menyatakan penyebab kematian. Dalam keterangan polisi Siyono dinyatakan meninggal karena luka di kepala.

Hasil tersebut berbeda dengan hasil autopsi yang menyatakan Siyono meninggal akibat pukulan di dada, yang menyebabkan patah tulang dan kerusakan jantung.

"Kami tidak mengatakan polisi berbohong, tapi siapa yang membohongi Kapolri? Tim forensik itu dokter dan profesional dan ahli di bidangnya, kami percaya dengan hasil dari autopsi," pungkasnya.

Baca juga:
Muhammadiyah bela Siyono cari kebenaran bukan bela teroris
DPR ikut panas gara-gara Densus 88 bunuh Siyono
Usut kematian Siyono, sang kakak diperiksa Propam Polri
Ayah terduga teroris Siyono pasrah dengan hasil autopsi
Kepala BNPT akui Densus 88 biasa beri uang buat keluarga teroris
Diperiksa Propam, ayah Siyono dicecar pertanyaan soal autopsi

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.