Tim gabungan investigasi penyebab kecelakaan bus di Cimahi
Hasil penyelidikan sementara bus tersebut memang bukan untuk berwisata, karena bus untuk karyawan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, pihaknya beserta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan aparat kepolisian masih menelusuri penyebab kecelakaan maut Bus Parahyangan di Cimahi. Dugaan sementara, bus menyeruduk mini bus dan sepeda motor di depannya lantaran rem blong.
"Intinya kita dengan pihak Polda Jabar, KNKT sedang melakukan gelar tempat kejadian perkara laka lalin (kecelakaan lalu lintas)," kata Dedi Taufik pada merdeka.com, Sabtu (10/7).
Bus Parahyangan nopol T 7035 DL tersebut meluncur deras dari arah Cisarua menuju Cimahi, atau tepatnya di Jalan Kolonel Masturi. Diduga rem blong, bus sarat penumpang itu menghantam dua mini bus Suzuki Katana E 1543 KY dan Kijang Kapsul 7148 D serta dua unit motor yang ada di depannya. Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Jumat (9/7) pukul 15.30 WIB.
"Nanti hasil gelar perkara kita akan lihat. Apakah kecelakaan disebabkan faktor manusia, kendaraan atau cuaca. Kita sudah melakukan gelar TKP," ungkapnya.
Dia menyatakan, hasil penyelidikan sementara bus tersebut memang bukan untuk berwisata, karena bus untuk karyawan. Selanjutnya bus tersebut juga sudah dua tahun tidak melakukan uji kelayakan.
Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary menambahkan, pihaknya juga belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan yang menewaskan 9 orang dan luka 23 orang. "Dugaan sementara rem blong. Tapi untuk tahu pastinya, ahlinya yang menyampaikan. Karena kami tidak boleh berdasarkan asumsi," ungkapnya.
Baca juga:
Ini dugaan pelanggaran bus yang tewaskan sembilan orang di Cimahi
Ini nama sembilan korban tewas kecelakaan bus di Cimahi
Sebagian korban kecelakaan maut di Cimahi diserahkan ke keluarga
Korban tewas kecelakaan bus di Cimahi belum terindentifikasi
Sembilan orang tewas dalam kecelakaan bus di Cimahi
Bus terguling sebabkan 9 tewas, diduga rem blong