Tiga hari hanyut di Sungai Bengawan Solo, Alfian ditemukan di Sragen
Tiga hari hanyut di Sungai Bengawan Solo, Alfian ditemukan di Sragen. Alfian hanyut saat bermain air di selokan hingga terbawa arus Sungai Bengawan Solo, sejak Sabtu (1/10) sore lalu. Saat kejadian, korban yang merupakan siswa SD Tripusaka Solo tersebut sedang bermain bersama tiga temannya.
Alfian Nugroho (6), bocah asal Kampung Bororejo, Jagalan, Jebres Solo, yang hanyut saat bermain air di selokan hingga terbawa arus Sungai Bengawan Solo, sejak Sabtu (1/10) sore lalu, akhirnya ditemukan. Jenazah bocah malang tersebut ditemukan di perkebunan jagung Dukuh Kranggan, Desa Pengkol RT 20, Kecamatan Tanon, Sragen, Senin (03/10) pukul 06.00 WIB.
Koordinator pos SAR Surakarta, Amin Yahya membenarkan hal tersebut. Korban ditemukan di area perkebunan jagung. Selanjutnya korban di bawa ke RSUD Sragen.
"Tim SAR gabungan mendapat info dari Kapolsek Tanon sekitar pukul 08.30 Wib, bahwa korban ditemukan menepi di ladang milik Hadi Suprapto," ujar Amin, Senin (3/10).
Amin menambahkan, usai dibawa ke RSUD Sragen untuk visum, korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga.
Sebelumnya, hujan deras yang terjadi di Kota Solo, Sabtu lalu membuat selokan di perkampungan meluap hingga membawa korban. Seorang bocah bernama Alfian Nugroho (6), asal Kampung Bororejo, Jagalan, Jebres Solo, hanyut saat bermain air di selokan tak jauh dari rumahnya.
Saat kejadian, korban yang merupakan siswa SD Tripusaka Solo tersebut sedang bermain bersama tiga temannya. Pada awalnya meski hujan deras namun aliran selokan tak begitu deras. Namun lama kelamaan arus semakin deras, dan mereka tetap nekat bermain. Nahas bagi Alfian, ia hanyut hingga hilang dari pandangan tekan mainnya.
Saat itulah, ketiga temannya melapor ke warga dan kedua orang tua Alfian. Namun saat warga dan kedua orangtuanya mencari di selokan, Alfian sudah terbawa arus menuju Sungai Bengawan Solo.
"Korban terpeleset dan hanyut saat bermain di Selokan yang arusnya menuju ke sungai Begawan Solo" ujar personel Koordinator SAR UNS, Slamet Mulyadi, kepada wartawan.(mdk/lia)