Tiap ngemis, Walang baca jampi-jampi dan bawa batu jimat
Baca jampi-jampi jadi syarat agar setiap orang yang melihat merasa iba dan memberikan uang sedekah.
Dua pengemis yang kedapatan membawa uang sebesar Rp 25 juta Walang bin Kliwon (47) dan Sa'aran (70) mengaku punya jampi-jampi agar setiap orang yang melihat merasa iba dan memberikan uang sedekah.
Walang mengungkapkan, jampi-jampi itu biasanya dibacakan oleh rekannya yaitu Sa'aran sebelum mereka berangkat mengemis. Namun demikian, Walang mengaku tidak tahu apa yang di lafalkan oleh rekannya tersebut.
"Biasanya pak Sa'aran yang baca jampi-jampinya, saya gak tahu seperti apa. Setiap ingin berangkat dia pasti mengucapkannya," kata Walang ditemui di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (28/11).
Walang menjelaskan, tugasnya hanya mendorong gerobak yang diduduki oleh Sa'aran saja saat mengemis. Namun demikian ia tidak lupa mengucap doa dan mengucap salam kepada orang-orang yang akan dimintai uang kepadanya.
"Kalau saya sih hanya mengucap Bismillahirahmanirrahim sebelum berangkat, terus setiap kali lewatin orang Assalammualaikum, kalau dikasih alhamdulillah, semoga rezekinya nambah," jelasnya.
Selain itu, Walang juga mengaku memiliki jimat yaitu batu berwarna hitam yang didapatnya di daerah Cianjur. Walang percaya bahwa batu itu bisa membuat dirinya kebal, dan juga mendapat keberuntungan saat memegang batu tersebut.
"Waktu itu banyak orang angkat batunya pada gak bisa, pas saya angkat saya malah bisa. Pas megang batu itu saya jadi kebal, sama mudah rezeki," tandasnya.(mdk/did)