LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

TGB Zainul Majdi kutuk serangan teroris: Itu tindakan sangat barbar

Menurutnya. tokoh agama harus menyampaikan pesan dan konsep Islam moderat atau jalan tengah. Karena pemikiran tak mungkin dilawan dengan senjata.

2018-05-18 22:32:00
Terorisme
Advertisement

Tuan Guru Bajang (TGB), M Zainul Majdi, mengutuk serangkaian serangan teroris yang terjadi dalam sepekan terakhir. Menurutnya, aksi para teroris itu merupakan perilaku barbar yang harus diperangi bersama-sama.

Hal ini disampaikan TGB di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (18/5) sore.

"Tentu kami mengutuk ya karena itu tindakan yang sangat barbar menurut saya. Bertentangan dengan semua nilai-nilai baik. Termasuk tentunya dengan Islam," jelas Gubernur NTB ini.

Advertisement

Menghadapi ancaman teroris ini, TGB mengatakan bukan hanya membutuhkan kerja aparat atau perangkat negara tapi juga semua elemen bangsa. "Kita semua harus bekerja bersama-sama untuk menghadapi itu," ujarnya.

Terorisme, kata TGB, berakar dari pemikiran ekstrem dan kesalahan dalam memahami agama. Hal ini tak bisa ditangani polisi. Karena itu harus ditangani tokoh agama atau tokoh umat.

Tokoh agama harus menyampaikan pesan dan konsep Islam moderat atau jalan tengah. Karena pemikiran tak mungkin dilawan dengan senjata.

Advertisement

"Bahwa pemikiran yang salah itu kan tidak takut sama senjata, karena dia mencari kematian malah. Ini menurut saya selain negara bekerja sesuai aturan UU yang ada, harus ada kerja kultural dan keumatan, untuk menjelaskan dan menyampaikan ke seluruh umat tentang konsep keislaman yang rahmatan lil alamin," paparnya.

Menurutnya penting juga revisi UU Terorisme segera dirampungkan sehingga aparat memiliki payung hukum dalam menindak kejahatan luar biasa ini. Dengan demikian upaya pencegahan dapat dikedepankan. Pasalnya selama ini aparat baru bisa melakukan tindakan setelah aksi teror terjadi.

"Kalau sudah terjadi seperti ini terus-terusan repot juga kita. Islam juga yang rusak namanya. Santri-santri ada yang kena ekses, kardus dibongkar segala macam. Jadi ada phobia juga pada akhirnya," terangnya.

"Jadi titik temunya di situ. Bagaimana perumusannya, silakan rumuskan pada rancangan yang ada. Tapi titik temunya adalah, penindakan kepada terorisme itu tak boleh menunggu terjadinya aksi terorisme itu. Kalau sudah terjadi, kerugiannya terlalu besar," jelas dia.

Baca juga:
Hashim Djojohadikusumo tegaskan Gerindra bukan parpol pendukung teroris
Seorang guru di Kalbar diperiksa polisi usai unggah status soal bom Surabaya
Dikaitkan dengan kelompok radikal, PT GO-JEK Indonesia buat laporan ke polisi
Kasad curiga teror bom di Tanah Air ada campur tangan pihak asing
Terduga teroris di Bengkalis ditangkap Densus saat pergi kerja ke bengkel
Aman Abdurrahman dituntut mati, Ketua DPR minta hakim vonis seberat-beratnya
'Teror lukai polisi dan masyarakat bertentangan dengan agama manapun'

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.