LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

TGB Zainul Majdi: Jangan sampai anak kita sebarkan hoaks yang rusak kerukunan

"Agama hal yang mulia, nasionalisme juga hal yang mulia. Dua hal itu sama pentingnya untuk membangun bangsa yang kuat," kata TGB.

2018-03-16 20:09:00
Berita Hoax
Advertisement

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mengisi kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di hadapan ratusan mahasiswa, dia menerangkan materi dengan tema 'Menerapkan Nilai Ketuhanan dan Nasionalisme dalam Menjalankan Kepemimpinan yang Berintegritas dan Profesional'.

Menurutnya, semangat spiritual dan cinta bangsa sangat penting hadir dalam setiap individu untuk menjadi seorang pemimpin. Itu akan berimplikasi pada integritas yang dimiliki.

"Kita harus berhenti mempertentangkan hal baik. Agama hal yang mulia, nasionalisme juga hal yang mulia. Dua hal itu sama pentingnya untuk membangun bangsa yang kuat," katanya, Jumat (16/3/2018).

Advertisement

Dua faktor itu tidak hanya berlaku bagi seorang pemimpin, tetapi semua masyarakat. Pasalnya, saat ini bangsa sedang dihadapkan pada upaya perpecahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, contohnya melalui media sosial.

Praktik di media sosial butuh diliterasi bersama, karena itu merupakan medium yang platformnya bersifat terbuka dan bisa dipakai siapapun.

"(Penggunaan medsos) sangat berbasis pada tanggung jawab individual. Kita perlu mengedukasi diri sendiri dan orang di sekitar kita supaya mengupload memproduksi apapun di medsos yang bisa menghadirkan kemanfaatan," ucapnya.

Advertisement

"Kalau jadi ajang fitnah, maka akan terjadi polarisasi di tengah masyatakat," lanjutnya.

Untuk mengatasi polarisasi tersebut, ada dua hal yang bisa dilakukan. Yakni melalui pendekatan kultural dan struktural.

"Kultural, ya itu tadi dengan literasi pendidikan, melalui tokoh agama atau orang tua. Struktural, dalam konteks penegakan hukum. Tapi kan kita ga mau. Masa kita suka polisi nangkep banyak orang, anak muda gara-gara hate speech," imbuhnya.

"Menurut saya, komunikasi anak kita di media sosial juga harus diamati. Jangan sampai anak kita menyebarkan mengupload berita hoaks yang merusak kerukunan," terangnya.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.