Tetap Produktif di Tengah Pandemi Covid-19
Puluhan warga di Sendangarum, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti pelatihan membuat masker dan olahan makanan kreatif. Para peserta pelatihan berharap bisa bangkit dan keluar dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi virus Corona.
Puluhan warga di Sendangarum, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti pelatihan membuat masker dan olahan makanan kreatif. Para peserta pelatihan berharap bisa bangkit dan keluar dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi virus Corona.
Salah seorang peserta, Tri Wijayanti menuturkan jika dirinya sejak pandemi terpaksa menganggur. Ketika diajak mengikuti pelatihan dirinya pun berharap bisa mendapatkan peluang baru untuk berusaha.
"Ini diajari membuat masker sama makanan olahan seperti tahu walik dan nugget tempe. Siapa tahu bisa laku, lumayan buat bisa bertahan hidup di kondisi seperti ini (pandemi virus Corona)," ujar Tri.
Warga lainnya Wariyatun mengaku bahwa selama pandemi Corona aktivitasnya berjualan angkringan merosot drastis. Kondisi ini membuat Wariyatun harus berpikir ulang untuk mengembangkan usahanya.
"Sebelum pandemi saya bisa dapat omset Rp 300 ribu. Sekarang hanya rata-rata jual 10 buah nasi kucing saja. Pendapatan menurun makanya mau cari pemasukan lain dan ikut pelatihan ini," tutur Wariyatun.
Sementara itu, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto menerangkan pihaknya sengaja memberikan pelatihan membuat masker dan makanan olahan kepada para ibu-ibu di sejumlah desa, salah satunya di Sendangarum. Aria menyebut pihaknya memang berkomitmen untuk memberdayakan perempuan dan meningkatkan kemampuan wirausaha.
"Kegiatan ini kami gelar untuk mendorong tumbuhnya UMKM di tengah masa pandemi Corona. Lewat pelatihan diharapkan ada berbagai alternatif usaha bagi perempuan-perempuan agar tetap bisa bertahan di tengah ancaman resesi ekonomi di masa pandemi virus Corona," ucap Aria.
Aria merinci pihaknya memberikan pendampingan total dari proses pembuatan hingga penjualan kepada para perempuan di berbagai desa. Jenis pelatihan disebut Aria menyesuaikan dengan permintaan pasar dan penggunaan bahan dasar yang ada di sekitar desa.
"Kami juga menggandeng PT Usaha Desa Sejahtera (Berdesa) yang bergerak di bidang jasa konsultasi manajemen pelatihan pengambangan usaha desa, dan pengembangan market linkage untuk memperkuat perdagangan produk-produk unggulan desa. Harapannya produk dari desa ini bisa berkembang dan sukses," urai Aria.
(mdk/gil)