Tetangga ingin tahu kondisi Kapten Ariyanto usai ditawan Abu Sayyaf
Berdasarkan pantauan merdeka.com, sejumlah warga tampak duduk duduk di depan rumah.
Sejumlah warga Perumahan Taman Narogong Indah, RT 3 RW 22, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menunggu kedatangan Kapten Moch. Ariyanto Misnan pulang ke rumahnya, sejak dibebaskan dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
"Informasinya sudah pulang dari Kemenlu tadi sore, cuma sampai sekarang belum datang. Ingin tahu saja, kondisinya, kasihan hampir sebulan disandera," kata seorang tetangga Kapten Ariyanto, Lae, Jumat malam (13/5).
Ia mengaku sudah melihat di media televisi. Menurut dia, secara sekilas dalam keadaan sehat. Menurut dia, Kapten Ariyanto memang jarang pulang sejak melaut, bahkan dalam setahun hanya hitungan jari.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, sejumlah warga tampak duduk duduk di depan rumah. Adapun, bahan obrolan mereka ialah soal penyenderaan hingga pembebasannya oleh pemerintah.
Sementara itu, sejumlah wartawan dari berbagai media online, cetak, maupun televisi juga tampak menunggu kedatangan Kapten Ariyanto di rumahnya. Sedangkan, kondisi rumahnya tampak sepi, karena ditinggal penghuninya ke Jakarta menjemput sang Kapten sejak siang tadi.
Kapal TB Henry dibajak di perairan antara Filipina dan Malaysia pada Jumat (15/4) lalu. Sebanyak empat anak buah kapal karyawan PT Global Trans Energy International disandera, sedangkan enam lainnya selamat. Para penyandera kelompok Abu Sayyaf pimpinan Alan Bagade di Barangay, Silangkan, Indanan, Sulu meminta tebusan hingga Rp 14,5 miliar.
Baca juga:
Aksi TNI jemput 4 korban sandera Abu Sayyaf di Laut Filipina
Awak kapal TB Henry disiksa selama diculik Abu Sayyaf
Kisah awak kapal TB Henry melawan Abu Sayyaf pakai semprotan
Empat WNI disandera Abu Sayyaf dapat kompensasi dari perusahaan
Kembali bertemu keluarga, 4 WNI sandera Abu Sayyaf dinyatakan sehat
Menhan tak tahu soal uang Rp 28 miliar untuk tebus 4 WNI
Cerita Pangkostrad saat operasi pembebasan 4 WNI tanpa perang