Tes Acak ke Ribuan Wisatawan di Jabar, 65 Orang Reaktif Covid-19
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan ada 65 wisatawan yang reaktif Covid-19 berdasarkan rapid tes antigen selama libur panjang akhir tahun 2020. Jumlah tersebut merupakan hasil pengecekan dari kurang lebih 3.700 wisatawan.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan ada 65 wisatawan yang reaktif Covid-19 berdasarkan rapid tes antigen selama libur panjang akhir tahun 2020. Jumlah tersebut merupakan hasil pengecekan dari kurang lebih 3.700 wisatawan.
"Ini membuktikan di mana ada kenaikan pergerakan pariwisata, kami juga antisipasi dengan kesiapsiagaan di berbagai tempat, jadi 65 positif dari 3.768 pelaku perjalanan," kata Ridwan Kamil, Selasa (5/1).
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi warga Jawa Barat yang secara umum mematuhi imbauan untuk tidak menggelar pesta perayaan di tahun baru. Menurut dia, hal tersebut menjadi indikator komitmen yang terbangun untuk mengatasi pandemi.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga jabar yang taat pada arahan pemerintah, Polda dan Kodam dengan tidak melaksanakan kegiatan tahun baru dengan keramaian kerumunan pergerakan yang tidak perlu," imbuh dia.
"Ketaatan adalah kunci menyelesaikan pandemi ini bersama-sama. Selanjutnya WFH kita rekomendasikan untuk 14 hari ke depan sampai nanti pertengahan Januari minggu ketiga," terang dia.
Lebih lanjut ia memastikan bahwa tahun ini akan lebih gencar dalam upaya perbaikan perekonomian. Di luar dari bantuan sosial dari pemerintah pusat, ia pun sudah memerintahkan lelang proyek pemerintah bernilai triliunan rupiah bisa segera dieksekusi bulan ini.
"Ini bisa menggerakkan toko material, suplier, katering di awal tahun. Pintu ekspor sudah normal," ucap dia.
Baca juga:
Polda Yogyakarta Mulai Gunakan GeNose untuk Deteksi Covid-19
Tak Wajib Rapid Test, Pemudik di Gunungkidul Pilih Balik ke DKI Naik Bus AKAP
Tes Antigen Bagi Pendatang di Terminal Kampung Rambutan
Rapid Test Antigen Acak di Puncak: 470 Dites, 12 Orang Positif Covid-19
Wisatawan Berkunjung ke Anyer Akan Dites Rapid Antigen
Yakin Tak Tertular, Sejumlah Tenaga Kesehatan Mukomuko Enggan Tes Usap