Terungkap, Penyebab Pasangan Tega Bunuh Ciktuti Iin Puspita Secara Sadis
Selain sering memarahi tersangka, Nissa Regina (17), Ciktuti ternyata sering jengkel saat melihat dua pelaku bermesraan di depannya.
Pihak kepolisian menemukan fakta baru dalam kasus kematian Ciktuti Iin Puspita (22), yang jasadnya ditemukan di lemari pakaian. Selain sering memarahi tersangka, Nissa Regina (17), Ciktuti ternyata sering jengkel saat melihat dua pelaku bermesraan di depannya.
"Kadang ada sikap mereka (Nissa dan Yustian) yang mengganggu. Ya namanya pacaran, mereka mesra-mesraan kan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya, saat di konfirmasi, Kamis (29/11).
"(Pelaku) Dua orang itu kan pacaran karena merasa risih, mereka pacaran. Ya mesra-mesraan gitu. Terganggu," sambungnya.
Perkataan kasar Iin pada saat Nissa makin menjadi-jadi setelah mengetahui gadis tersebut selalu meminta izin kepada kekasihnya ketika dicarikan pekerjaan sebagai pemandu karaoke.
Puncaknya, kata Andi, saat Iin kembali berucap kasar saat memberikan uang tips kepada Nissa senilai Rp 500 ribu. Saat itulah, akhirnya Nissa dan kekasihnya Yustian naik pitam dan menghabisi nyawa pemandu lagu tersebut.
"Dia (Nissa) selalu minta izin sama pacarnya. Si korban juga tidak senang. Kamu kok apa-apa lapor terus. Dia nggak senang. Tapi sikapnya si korban kok tidak berempati, malah bilang untung masih dibayar kan, itu yang buat marah tuh," jelas Andi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Iin ditemukan membusuk selama beberapa hari dalam lemari. Kemudian dua pelakunya ditangkap di kawasan Jambi.
Baca juga:
Sidang Pembunuhan Wanita dalam Kardus, Istri Pelaku dan Keluarga Korban Cekcok
Tersangka Pembunuhan Dufi yang Ditemukan dalam Drum 5 Orang, 2 Masih Buron
Suami di Kebumen Bunuh Istri Lantaran Kesal Selalu Ditagih Uang Perawatan Salon
Pembunuh Siswa SMA di Pagaralam Temannya, Motif Sakit Hati Ibu Dibully
PBB: Rumah Menjadi Tempat Paling Berbahaya Bagi Kaum Perempuan
Pembunuh Anak Kandung di Kubu Raya Kalbar Tidak Alami Gangguan Jiwa
Polda Jatim Tegaskan Penembakan PPS di Madura Tak Terkait Pilpres