Terserang DBD, siswa SMK di Depok UN di rumah sakit
Siswa itu mengaku kesulitan pula mengisi lembar jawaban dikarenakan tangan kanannya diinfus.
Seorang siswa SMK di Cilodong, Depok, Jawa Barat, terpaksa menjalani ujian nasional (UN) di rumah sakit lantaran didiagnosa terkena demam berdarah dengue (DBD). Walaupun harus mengerjakan soal di atas kasur rumah sakit, namun Eka Kurniawan, siswa SMK Madani Cilodong ini tetap terlihat semangat.
Walaupun selang infus berada di tangannya tapi Eka dengan seksama mengerjakan soal satu per satu. Sesekali dirinya menahan rasa sakit lantaran kondisinya yang belum pulih.
"Iya tangan saya masih sakit dan lemas. Tadi ujiannya pelajaran matematika. Soal-soalnya susah banget. Terus saya juga nggak dikasih kertas untuk coret-coret hitungan," kata Eka, Selasa (5/4).
Dirinya mengaku kesulitan pula mengisi lembar jawaban dikarenakan tangan kanannya diinfus. Namun dia optimis bisa lulus UN.
Sebelum dirawat di rumah sakit, Eka juga telah mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional. "Sudah ikut tryout juga di sekolah. Tadi jawab soal sebisa saya aja dan nggak dipaksa. Mudah-mudahan hasilnya baik," pungkasnya.
Eko Karsono, orangtua Eka menambahkan, dirinya percaya dengan kemampuan yang dimiliki anaknya. Saat anaknya mengerjakan dijaga satu orang pengawas yang dikirim Dinas Pendidikan.
Meski demikian, dirinya lega lantaran pelaksanaan UN kali ini tidak memberatkan murid dengan persyaratan nilai kelulusan. "Saat ini UN lebih santai, karena yang meluluskannya sekolah. Jadi anak tidak terbebani dibandingkan tahun lalu. Saya bersyukur karena anak saya tidak terlalu stres memikirkan dia lulus atau tidak lulus," kata Eko.
Baca juga:
Ingin jadi Kades, kakek 5 cucu di Pekanbaru ikut UN
Beragam cara dilakoni Nenek Sumini untuk dapatkan ijazah SMA
Bocorkan soal UN, guru dan pejabat kementerian pendidikan ditangkap
Semangat nenek 56 tahun ikuti Ujian Nasional paket C
Memantau Ujian Nasional di Lapas Cipinang
Kisah Sumini, nenek berusia 60 tahun semangat ikut ujian paket C
Terlibat penjambretan, 1 siswa PGRI di Ubud ikut UN di Rutan Gianyar