Tersapu ombak, 2 Nelayan asal Siau hilang
Gelombang mencapai ketinggian 4 meter, sehingga sulit untuk melakukan evakuasi.
Dua orang nelayan asal Siau dinyatakan hilang setelah rakit yang digunakan mereka mencari ikan hanyut tersapu gelombang tinggi di sekitar Pulau Nenung, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, Rabu (15/1), sekira pukul 19.00 Wita malam.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sangihe, Rence Tamboto, dirinya mendapat informasi melalui Camat Tatoareng terkait hilangnya kedua nelayan nahas tersebut.
"Setelah menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan ORARI, RAPI, Lanal, Polres serta BPBD Provinsi dan melakukan upaya penjemputan," beber Tamboto via pesan seluler, Kamis (16/1).
Hanya saja upaya yang dilakukan tim gabungan, terhambat cuaca buruk. "Gelombang mencapai ketinggian 4 meter, sehingga sulit untuk melakukan evakuasi," jelasnya.
Saat ini kedua nelayan yang belum teridentifikasi identitasnya tersebut belum diketahui keberadaannya akibat gangguan signal yang menyulitkan dalam berkomunikasi. "Namun kami terus mencoba untuk melakukan kontak dengan harapan pada titik tertentu ada jaringan," pungkas Tamboto.
Baca juga:
Jaringan XL tak terganggu banjir Manado
Banjir Manado, 30 persen BTS Telkomsel terganggu
Hatta: Cuaca ekstrem ganggu perdagangan dan distribusi Sulawesi
Cuaca ekstrem di Manado bikin harga telur meroket Rp 5.000/butir
Dahsyatnya banjir Manado, mobil nyangkut pohon, jembatan putus