Terpapar Virus, Ratusan Ekor Babi Hutan di Sumsel Ditemukan Mati
Warga Sumatera Selatan dikagetkan dengan banyaknya babi hutan ditemukan mati. Penyebabnya karena terpapar virus African Swune Fever (ASF) atau flu babi.
Warga Sumatera Selatan dikagetkan dengan banyaknya babi hutan ditemukan mati. Penyebabnya karena terpapar virus African Swune Fever (ASF) atau flu babi.
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel Jafrizal mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kasus itu kekinian terjadi di beberapa kabupaten di Sumsel. Yakni di Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Muara Enim, dan Musi Rawas.
"Dari hasil pemeriksaan laboratorium di Balai Veteriner Lampung hasilnya positif African Swinr Fever," ungkap Jafrizal, Jumat (21/5).
Menurut dia, kasus ASF di Sumsel sebenarnya telah muncul pertengahan tahun lalu. Ketika itu, ratusan ekor babi ternak di Palembang mati mendadak. Kasus tersebut terus meluas mengarah pada babi hutan pada Februari 2021 hingga saat ini.
"Dari Februari 2021 sampai sekarang pasti terus terjadi pada babi di hutan, tidak terkendali," ujarnya.
Dikatakan, demam babi Afrika tidak menular ke manusia. Hanya saja pihaknya menyarankan peternak segera menguburkan babi yang mati agar tidak menularkan ke babi lainnya.
"Tapi bisa menghabisi populasi dan mengganggu ekosistem," pungkasnya.
Baca juga:
Virus Flu Babi Afrika Ditemukan di Kabupaten Bangka
Pemkab Temukan Dugaan Demam Babi Afrika di Bangka
10 Wabah Penyakit yang Paling Mematikan Sepanjang Sejarah, Simak Ulasannya
Ribuan Babi Mati di Peternakan Palembang Positif Africa Swine Faver
878 Babi di Palembang Mati Terserang Demam Afrika