LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Terpapar material vulkanik Gunung Agung, tanaman dan hewan mati

Dampak abu ini apabila jangka pendek sudah dipastikan tanaman rusak, lahan tidak bisa digunakan. Namun, dalam jangka panjang, material vulkanik yang disemburkan Gunung Agung sesungguhnya juga membawa dampak baik untuk kesuburan tanah.

2017-12-03 04:38:00
Erupsi Gunung Agung
Advertisement

Tanaman kopi, pohon cempaka, Boni, sengon dan tumbuhan lain di wilayah Karangasem, mengering dan daunnya mulai berguguran. Pohon-pohon itu terpapar abu vulkanik Gunung Agung yang mengandung zat belerang. Pemantauan dilakukan di Dusun Sogra menuju Pura Pasar Agung yang hanya berjarak lima kilometer dari puncak kawah Gunung Agung.

"Rerumputan dari bibir kawah juga mengering semua," ujar Ketua Pasebaya, I Gede Pawana di Karangasem Bali, Sabtu (2/12).

Dia menuturkan, hujan abu vulkanik dari Gunung Agung juga membuat hewan-hewan seperti anjing dan beberapa ayam hutan serta burung tekukur ditemukan mati. "Kemungkinan mereka mati karena kelaparan atau mungkin juga tidak kuat menghirup bau belerang yang cukup kuat," jelasnya.

Advertisement

Dalam jangka pendek, material vulkanik yang disemburkan Gunung Agung dapat merusak tanaman yang ada di sekitar dengan kawah Gunung Agung dan dapat menghanguskan tumbuhan tersebut. Itu dikatakan Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana.

"Dampak abu ini apabila jangka pendek sudah dipastikan tanaman rusak, lahan tidak bisa digunakan," katanya saat ditemui di Pos Pantau Desa Rendang, Karangasem.

Advertisement

Dia mengatakan, untuk pemulihan kondisi tanaman yang terkena dampak erupsi dan abu vulkanik butuh waktu yang panjang. Pemulihan sangat tergantung dari eksplosivitas Gunung Agung dan erupsinya apakah berlangsung singkat atau membutuhkan waktu berbulan-bulan atau tahunan.

"Kalau dampak kerusakan tanaman akibat abu ini dalam jumlah yang besar, maka untuk pemulihannya lebih lama dan tergantung dari berapa besar dan eksplosivitas dari erupsi ini yang berefek pada lahan di sekitarnya," katanya.

Setelah proses erupsi atau setelah selesai hujan abu, maka abu terbawa hujan dan terserap tanah. Tanah mendapat mineral yang banyak dari perut bumi. "Apabila abu ini terkumpul dari satu aliran sungai dan terbawa hujan menjadi lahar hujan, sehingga kami imbau masyakat agar selalu siap dengan masker atau alat menutup mata," ujarnya.

Namun, material vulkanik yang disemburkan Gunung Agung sesungguhnya juga membawa dampak baik untuk kesuburan tanah. Dalam jangka panjang keberadaan material vulkanik akan menjadi investasi masyarakat karena tanah menjadi subur untuk kegiatan pertanian.

"Bahan material yang berasal dari perut bumi seperti abu vulkanik diyakini membawa zat baik untuk kesuburan tanah sehingga ke depannya menjadi lebih baik," ujarnya.

Baca juga:
Khawatir abu vulkanik Gunung Agung, 57 penerbangan dari Bali batal
Cerita personel TNI evakuasi warga lumpuh di desa zona rawan Gunung Agung
Banjir lahar dingin Gunung Agung rusak pertanian warga
Bali sering diguncang gempa meski Gunung Agung tenang, ini penjelasannya
Banyak bencana, Ketua MPR minta pemerintah siapkan kekuatan prima
300 Penerbangan delay, ini penjelasan Garuda Indonesia

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.