Terpapar Covid-19, Rektor IPB Pilih Dirawat di Rumah Sakit
Rektor IPB University, Arif Satria, mengaku kondisinya semakin sehat dan segar. Tidak lupa dia juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar bisa kembali sehat dan beraktivitas normal.
Rektor IPB University, Arif Satria kini memilih untuk menjalani perawatan di rumah sakit, pasca positif terinfeksi Covid-19 pada Sabtu (19/9). Arif sempat membagikan video dirinya sedang berada di rumah sakit, sambil mengenakan masker dan duduk di atas tempat tidur RS EMC Sentul.
"Setelah satu hari menjalani isolasi mandiri di rumah, saya memutuskan untuk dirawat di rumah sakit untuk dicek segala sesuatunya," kata Arif lewat rekaman video yang dilihat merdeka.com, Senin (21/9).
Dia juga mengaku kondisinya semakin sehat dan segar. Tidak lupa dia juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar bisa kembali sehat dan beraktivitas normal.
"Alhamdulillah kondisi saya semakin segar, semakin sehat. Mohon doanya semoga cepat pulih, cepat sembuh," kata Arif.
"Kita juga doakan rekan-rekan kita yang sedang sakit di rumah sakit, segera dipulihkan dan kita berharap Covid-19 bisa cepat berakhir," katanya.
Sebelumnya, Arif mengungkapkan, hasil positif diketahui saat dia melakukan tes usap (swab) pada (18/9). Meski begitu, Arif mengaku kondisi fisiknya dalam keadaan baik dan tetap bertugas sebagai rektor secara virtual.
"Di tengah berbagai aktivitas yang padat, atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan tes swab pada 18 September dan ternyata hasilnya positif. Saka akan melakukan isolasi mandiri sampai dinyatakan sembuh," kata Arif Satria.
Dia juga menegaskan, untuk memperpanjang dan memperketat masa pembatasan masuk kampus IPB selama 14 hari terhitung Sabtu, 19 September 2020.
"Saya mengerti dan memahami bahwa hal ini sangat berat bagi kita semua dan untuk itu saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Arif.
(mdk/lia)