Teroris di Bekasi belajar merakit bom lewat telegram
Teroris di Bekasi belajar merakit bom lewat telegram. Mereka belajar dari Bahrum Naim melalui telegram. Bom rencananya akan diledakkan Minggu pagi di Istana Kepresidenan, saat pergantian jaga Paspampres.
Aksi empat teroris yang ditangkap di Bekasi dan Karanganyar diketahui atas perintah tokoh Islamic State Irak and Syria (ISIS) di Asia Tenggara Bahrun Naim. Bahkan mereka belajar membuat bom juga dari Bahrum Naim.
"Cara membuat bom di-share melalui telegram," kata Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Minggu (11/12).
Mereka juga beberapa kali mendapat kiriman uang jutaan rupiah dari Bahrun Naim.
Bom yang berhasil diamankan dari para tersangka seberat tiga kilogram, berdaya ledak tinggi dengan radius 300 meter dan kecepatan ledakan 4.000 kilometer per jam.
Bom rencananya akan diledakkan Minggu pagi di Istana Kepresidenan, saat pergantian jaga Paspampres.
"Pergantian jaga Paspampres biasa dilakukan pada Minggu kedua setiap bulan. Prosesi tersebut dilakukan secara terbuka dan masyarakat bisa mendekat ke Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat," terang Awi.
Keempat tersangka adalah DYN (calon pengantin), ditangkap di sebuah indekos di Bintara Raya, Bekasi. Dia diketahui mencari kontrakan bersama MRS.
DYN sempat membuat surat wasiat untuk orang tuanya yang berada di Cirebon, Jawa Barat. Dia intensif berkomunikasi dengan Bahrum Naim dan menerima uang Rp 1 juta dari dia.
MRS ditangkap di fly over Kalimalang sekitar pukul 15.40 WIB. Dia bertugas membuat sel terorisme kecil, membeli bahan peledak 3 kilogram, ikut merakit bom, dan dua kali menerima uang dari BN.
Dia juga bertugas mengirim bom dari Karanganyar untuk diserahkan ke DYN.
AS, ditangkap di fly over Kalimalang. Bertugas ikut mengantar bom dari Solo ke Jakarta bersama MRS untuk diserahkan kepada DYN. Dia yang menyewakan mobil untuk berangkat ke Jakarta. S ditangkap di Karanganyar. Dia juga bertugas merakit bom.
Hingga kini polisi masih memburu dua orang lagi yang diduga terkait aksi teroris ini.(mdk/cob)