'Teror mencabut derajat bangsa didasarkan nilai-nilai agama dan Pancasila'
'Teror mencabut derajat bangsa didasarkan nilai-nilai agama dan Pancasila'. Teror bom sebelumnya terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. 15 orang tewas dalam serangkaian teror ini.
Aksi terorisme yang melanda Indonesia belakangan membuat miris banyak kalangan. Salah satunya dari pihak Universitas Indonesia (UI) yang merasa prihatin atas peristiwa tersebut.
UI tidak akan membiarkan sejarah panjang kebangsaan Indonesia dalam memperjuangkan kerukunan, kebersamaan dan persatuan, dicederai oleh upaya sejumlah pihak tertentu untuk menjauhkan dan bahkan mengganti dasar Negara Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan ruh dan alat pemersatu bangsa Indonesia.
Atas peristiwa itu, UI pun melakukan pernyataan sikap. Bahwa UI dengan tegas menyatakan menjaga keutuhan NKRI. Teror dan kekerasan mencabik-cabik komitmen bahwa Indonesia menjamin hak hidup dan kesejahteraan setiap warganya serta memberi perlindungan hukum bagi semua orang yang berada dalam kawasannya.
"Teror dan kekerasan mencabut derajat kita sebagai bangsa yang beradab, berbudi luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal yang didasarkan atas nilai-nilai dasar agama dan Pancasila," kata Rektor UI, M Anis saat membacakan pernyataan sikap di Gedung Rektorat UI, Senin (14/5).
UI juga mengutuk keras kekejaman para teroris di Mako Brimob dan serangan terorisme di tiga Gereja dan beberapa lokasi di wilayah kota Surabaya dan sekitarnya. Pihak UI juga berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya anggota Polri korban terorisme di Mako Brimob dan para korban terorisme di Surabaya.
"Kami berdoa semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Penyayang mengampuni dosa mereka dan memberikan tempat terbaik di sisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan lahir dan batin," tukasnya.
Apresiasi juga diberikan pada jajaran Polri yang berhasil mengatasi kerusuhan di Mako Brimob dengan tegas namun manusiawi, serta mendukung Polri dan semua aparat penegak hukum sepenuhnya mengusut tuntas terorisme di Mako Brimob dan Surabaya. Diharapkan semua pelaku dan aktor intelektualnya dapat segera ditangkap dan dihukum.
"Karena sudah menganiaya dan berlaku keji serta merusak kedamaian di NKRI," tegasnya.
UI juga berkomitmen untuk begandengan tangan dengan segenap komponen bangsa guna menggelorakan kembali nilai-nilai luhur kemanusiaan melalui upaya-upaya konkret, konstruktif dan inklusif.
Selain itu, UI menentang keras segala bentuk radikalisme dan terorisme, termasuk ujaran kebencian baik di dalam maupun luar kampus, dan akan menindak tegas setiap warga UI yang melakukan tindakan provokasi yang mengarah pada radikalisme dan memecah belah bangsa.
"Mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk tidak takut dan bersama-sama menggalang keberanian membasmi terorisme dan segala bentuk radikalisme hingga ke akarnya," pungkasnya.
Baca juga:
Cegah aksi teror, pengunjung dilarang masukkan motor ke Mapolres Tangerang
Densus tangkap 7 terduga teroris di Surabaya & Sidoarjo, 2 tewas ditembak
PDIP Jatim sesalkan pernyataan Fadli Zon soal terorisme
Antisipasi teror, gegana diterjunkan amankan Bandara Ahmad Yani Semarang
Terduga teroris ditangkap di Bekasi, polisi minta warga waspada orang mencurigakan
Cegah aksi teror, tempat hiburan malam di Bali tutup lebih awal
Deretan isu liar pascabom Surabaya, ini yang benar dan hoaks