LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Teror ISIS di jantung Jakarta, empat jam bisa dilumpuhkan

Panglima TNI: Kita bisa mengatasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, hanya 4 jam maksimal.

2016-01-15 08:05:00
ISIS di Indonesia
Advertisement

Sejak kemarin mata dunia tertuju ke Indonesia, khususnya ibu kota Jakarta. Kabar ledakan bom atau granat rakitan disertai aksi tembak menembak di Jalan Thamrin yang merupakan jantung Jakarta, langsung tersebar ke penjuru dunia. Wajar saja mengingat semua negara tengah gencar menyuarakan aksi melawan terorisme, termasuk Indonesia.

Aksi teror memang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kemarin, sekitar pukul 10.30 WIB, jantung Kota Jakarta dikejutkan sebuah ledakan. Datangnya dari dalam Starbucks Coffee yang berada di Jalan Thamrin, sebelah Gedung Jakarta Theatre. Saat itu satu terduga pelaku teror masuk ke dalam dan langsung melakukan aksi bom bunuh diri.

Sontak pengunjung Starbucks ketakutan, mereka berhamburan keluar sambil menangis dan berteriak minta tolong. Ada yang keluar dengan berlumuran darah. Tak berselang lama, terdengar beberapa kali suara tembakan. Ternyata ada dua orang pelaku yang berada di area parkir bagian depan Starbucks. Mereka menembak pengunjung yang keluar dari Starbucks. Dua warga negara asing jadi korban, salah satunya langsung tewas. WNA itu kemudian diketahui berasal dari Kanada.

Advertisement

Ledakan di pos polisi Sarinah ©2016 merdeka.com/arie basuki



Di tengah kepanikan, suara ledakan kembali terdengar. Sumbernya dari pos polisi yang berada di seberang Gedung Sarinah, tak jauh dari Starbucks. Tiga orang tergelatak, tewas berlumuran darah. Ternyata ada tim kedua dari pelaku teror yang menyerang pos polisi Sarinah dengan melakukan aksi bom bunuh diri. Di dalam pos tersebut ada seorang polisi, beruntung dia masih bisa diselamatkan meski mengalami luka cukup parah di sekujur tubuhnya.

Advertisement

Suasana semakin mencekam ketika warga berkerumun mendekat ke arah pos polisi tersebut. Ternyata ada salah satu pelaku berbaur dengan masyarakat. Dengan tenang pria berbaju hitam dan menggunakan topi langsung mengeluarkan sebuah pistol revolver. Dia mengarahkan pistolnya ke kerumunan warga. Terdengar beberapa kali suara letusan pistol. Polisi yang semula berencana mengamankan aksi demonstrasi bergerak menuju lokasi kejadian. baku tembak tak terelakkan.

"Saat itu anggota baku tembak di Sarinah, anggota Polres Jakarta Pusat 4 orang ditembak, ada kena kaki dan perut," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian di Istana Negara, kemarin.

ledakan di pos polisi sarinah ©2016 merdeka.com/arie basuki



Warga masyarakat yang berada di sekitar lokasi diarahkan menjauh menuju Jalan Sabang. Polisi masih terlibat baku tembak selama lebih kurang 15 menit. Pelaku penembakan mengarah ke depan Starbucks. Di sana ada anggota Polair, AKPB Untung Sangaji yang kebetulan sedang berada di lokasi kejadian. Dia ikut terlibat dalam baku tembak. Mengetahui dua pelaku bersembunyi di belakang sebuah mobil di parkiran Starbucks, Untung menembak ke arah dada dan kaki mereka. Sesaat kemudian bom berbentuk granat rakitan jatuh dari tangan pelaku, kemudian meledak. Ketika mendekat, dua pelaku sudah tak bernyawa.

Suasana masih mencekam meski baku tembak mereda. Polisi kembali menyisiri Starbucks dan Pospol Sarinah. Selain itu, petugas Jihandak Brimob, Sabara, dan Kodam, mengepung lokasi untuk memastikan lokasi aman. Selain itu, setiap lantai Gedung Jaya dan Gedung Cakrawala disisir. Dari penyisiran diamankan 5 bom kecil sebesar kepalan tangan atau kita sebut granat tangan rakitan dan satu lagi sebesar kaleng biskuit.

Sekitar pukul 15.00 WIB, keadaan kembali normal setelah sebelumnya mencekam. Aksi teror itu bisa dilumpuhkan dalam waktu empat jam. "Kita bisa mengatasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, hanya 4 jam maksimal, dan normal kembali. Apresiasi untuk jajaran kepolisian," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

ledakan di pos polisi sarinah ©2016 merdeka.com/imam buhori



Kapolda Tito menyatakan, otak di balik aksi teror di kawasan Sarinah, sudah diketahui. Sosok tersebut diyakini masih terkait dengan kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Dia adalah Bahrun Na'im. Bahrum diyakini memiliki ambisi besar untuk merebut kepercayaan dari pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Bagdadi untuk memimpin kawasan Asia Tenggara.

Ambisi Bahrun membuat rivalitas untuk menjadi pemimpin ISIS se-Asia Tenggara menimbulkan persaingan begitu keras. Salah satu cara dengan menggelar aksi-aksi teror di pelbagai lokasi, termasuk kawasan Sarinah, Jakarta.

Tito menambahkan, Bahrun kini sudah dimasukkan dalam daftar hitam kepolisian. Bahrun dan kelompoknya kini dalam perburuan polisi.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.